KATASUMBAR- Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kota Padang, Sumatera Barat, menembus angka 900 kasus hingga September 2026. Meski demikian, Dinas Pertanian Kota Padang mencatat belum ada kasus rabies pada manusia sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan kasus gigitan tersebut melibatkan anjing liar maupun hewan peliharaan.
“Tak ada kasus rabies sepanjang tahun 2026 ini, namun kasus gigitan tercatat sebanyak 900 lebih,” kata Yoice saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Jumlah tersebut menjadi perhatian pemerintah karena rabies merupakan penyakit berbahaya yang dapat berakibat fatal jika sudah menunjukkan gejala klinis.
Kondisi tahun ini berbeda dengan 2025. Saat itu, Dinas Pertanian Kota Padang mencatat satu warga positif terinfeksi rabies.
Yoice mengatakan, penanganan cepat terhadap korban gigitan menjadi salah satu hal penting untuk mencegah risiko rabies pada manusia.
“Tahun kemarin ada satu yang rabies, setelah warga terkena gigitan langsung dibawa ke Puskesmas,” ujarnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumatera Barat, Sukarli, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gigitan maupun cakaran hewan yang berpotensi menularkan rabies.
Menurutnya, rabies hampir 100 persen berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Karena itu, pertolongan sedini mungkin menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.
“Setiap gigitan atau cakaran hewan harus segera dicuci dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Sukarli.
Di tingkat Sumatera Barat, penularan rabies pada hewan masih ditemukan. Sepanjang 2025, tercatat 93 kasus positif rabies pada hewan di provinsi tersebut.
Sementara itu, hingga September 2026, jumlahnya mencapai 53 kasus. Rinciannya, 30 kasus pada anjing, 21 kasus pada kucing, dan dua kasus pada kambing.
Data tersebut menunjukkan bahwa nihilnya kasus rabies pada manusia di Kota Padang belum berarti risiko penularan sepenuhnya hilang. Masyarakat tetap perlu waspada, terutama ketika berhadapan dengan hewan yang menunjukkan perilaku tidak biasa atau berpotensi menggigit.
Untuk menekan risiko penularan, Pemerintah Kota Padang menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, salah satunya melalui vaksinasi rabies gratis.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pemerintah telah menyediakan 1.400 dosis vaksin rabies gratis sepanjang 2026. Hingga kini, vaksinasi telah diberikan kepada 421 ekor anjing dan kucing peliharaan.
“Rabies merupakan virus mematikan sehingga pencegahan menjadi langkah utama. Pengendalian rabies tidak cukup dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh potensi masyarakat,” kata Maigus.
Selain vaksinasi, Pemko Padang juga merencanakan pengendalian populasi anjing liar pada 2027. Dinas Pertanian Kota Padang akan menggandeng sejumlah pihak untuk menangkap anjing liar, kemudian menindaklanjutinya dengan sterilisasi.
“Nanti kita cari pihak yang mau bekerja sama terkait penangkapan anjing, kemudian akan langsung ditindaklanjuti dengan sterilisasi,” ujar Yoice.
Pemko Padang turut mendorong keterlibatan masyarakat melalui forum RT/RW, kelurahan, sekolah, komunitas, perguruan tinggi, hingga kelompok pemilik hewan peliharaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan gigitan hewan penular rabies sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit tersebut di Kota Padang.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

