KATASUMBAR – Kasus gigitan anjing di Padang tengah marak. Masyarakat pun diminta waspada dengan adanya fenomena tersebut.

Pemerintah meminta masyarakat untuk waspada dengan gejala yang ditimbulkan oleh hewan yang terjangkit Rabies.

Rabies pada hewan yang kebanyakan terjadi pada anjing dapat dikenali lewat beberapa gejala.

Salah satu gejala rabies yang paling khas adalah anjing mendadak jadi ganas. Perilakunya beringas tak seperti biasanya.

Hal itu diungkapkan oleh nggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Novie Homenta Rampengan.

Ia mengatakan, umumnya anjing yang terkena Rabies itu cenderung suka menghindar, mudah kaget.

“Kemudian bila ada provokasi, langsung menyerang,” katanya.

Selain itu, Novie mengungkapkan bahwa anjing rabies akan mengalami ketakutan pada cahaya (fotofobia) dan takut pada air (hidrofobia).

“Dia silau kena sinar matahari atau cahaya terang, kita sebut fotofobia. Akibatnya dia suka menyendiri di tempat yang gelap,” jelas dia

Kemudian, kata dia, anjing tersebut bisa hidrofobia. Tidak mau makan, tidak mau minum.

“Karena waktu mau makan maupun minum dia akan merasa tidak nyaman,” sambungnya.

Novie menambahkan, anjing Rabies biasanya kerap menggigit benda-benda mati seperti kayu atau batu. Serta dari segi fisik, hidung anjing rabies biasanya kering.

“Pada akhirnya akan terjadi kelumpuhan dan mati. Umumnya mati dalam waktu 10-14 hari,” bebernya.

Gejala Lain Rabies

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dr Imran Pambudi mengungkapkan hal yang sama.

Ia memaparkan, bahwa gejala Rabies lainnya akan terlihat di area mulut dan ekor.

Imran menjelaskan, kemampuan anjing untuk menelan menurun dan air liurnya keluar berlebihan.

Dalam hal ini meliputi terjadinya kelumpuhan dan mulut terbuka pada anjing.

“Tidak mau menelan, lumpuh, mulut terbuka, kemudian air liurnya keluar terus karena dia tidak bisa menutup mulutnya,” bebernya.

Imran mengungkapkan bahwa gejala Rabies yang keempat dapat dilihat dari sisi ekornya. Ekor hewan yang terkena Rabies biasanya akan terus melengkung.

“Ekornya dilengkungkan ke bawah perut,” kata Imran.

Kemudian, hewan yang terkena Rabies juga bisa mengalami kejang-kejang. Kejang itu jugalah yang kemudian bisa berujung pada kematian.

DI sisi lain, Novie mengungkapkan bahwa Rabies adalah penyakit yang ditularkan dari binatang terinfeksi Rabies.

Proses penularannya terjadi melalui gigitan dan memang dapat menyebabkan kematian.

Hanya saja, Rabies tidak hanya dapat terjadi pada anjing saja. Melainkan pada hewan lain seperti kucing dan kera.

“Virus rabies itu berkembang biak di kelenjar ludah dari umumnya binatang sebagian besar anjing.”

“Namun, bisa juga pada monyet dan kucing,” ujar Novie.

Novie menambahkan, Rabies dapat dicegah jika belum menimbulkan gejala. Saat sudah menimbulkan gejala, maka 99,9 persen pasien akan meninggal.(*)

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.