KATASUMBAR – Anggota Koperasi Kampung Sarugo bergotong royong mempersiapkan lahan untuk pembangunan gudang dan kantor.
Pembangunan ini sebagai tindaklanjut dari bantuan Bank Syariah Indonesia (BSI) Maslahat kepada koperasi Kampung Sarugo senilai Rp 1 miliar.
Pencairan dana dana BSI ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sudah dilakukan pencairan sebesar 225 juta pada awal tahun 2023 yang lalu dan sudah dipergunakan untuk kebutuhan kebun jeruk petani.
Kemudian dana tahap kedua cair pada Mei sebesar 480 juta, dengan peruntukkan kebutuhan kebun jeruk, juga di pembangunan gudang dan kantor koperasi.
Ketua Koperasi Kampung Sarugo, Musri mengatakan, gotong royong tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan pada Sabtu sebelumnya.
“Pada tahap kedua ini, lahan seluas 12 x12 meter akan kita bangun gudang dengan peruntukan ruang tempat hasil panen jeruk, sayur sayuran dan hasil panen lainnya. Kemudian ruangan rumah produksi slai jeruk dan permen dari jeruk, berikutnya untuk ruang kantor dan ruang rapat,” ungkap Musri, Minggu 4 Juni 2023.
Dia mengatakan, dalam tahap awal, bantuan hibah tersebut difokuskan pada kebutuhan kebun seperti pupuk dan pestisida.
“Alhamdullillah pada penyaluran tahap kedua ini, juga dapat di manfaatkan untuk membuat gudang, disamping untuk kebutuhan kebun petani menjadi yang utama,” jelasnya.
Sementara, Koordinator Program UMKM BSI Maslahat, Abdullah Fahri menjelaskan, pembangunan rumah produksi dan gudang ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan Mustahik petani jeruk Sarugo melalui pembuatan produk turunan dari buah jeruk yakni selai dan sirup, agar ada alternatif produk selain buah jeruk.
Kedepannya, kata dia, produk turunan ini akan dikemas di branding secara menarik serta adanya legalitas produk berupa sertifikat halal dan izin BPOM agar hasil produk petani kelompok dapat dipasarkan secara luas.
Terpisah, Pembina Koperasi Kampung Sarugo, Moch Abdi mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia melalui BSI Maslahat telah menyalurkan dana hibah sebesar 1 Miliar ini.
Program pemberdayaan masyarakat petani jeruk di Kampung Wisata Sarugo ini, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil pertanian jeruk dan berbagai varian produk pertanian lainnya di kampung sarugo.
“Hal ini tentu akan memperkuat Kampung Wisata Sarugo sebagai destinasi wisata tidak hanya berbasis adat istiadat tetapi juga akan memperkuat pengembangan destinasi wisata agro. Perkembangan ini tentu kita harapkan ke depan juga akan berpengaruh pada peningkatan perekonomian masyarakat dan sudah barang tentu akan menuju kepada kesejahteraan,” jelas Dosen Fakultas Pariwisata UM Sumbar tersebut.
Profil Koperasi Kampung Sarugo
Koperasi Kampung Sarugo terbentuk sejak 2021 silam di bawah binaan UM Sumatera Barat. Anggota berjumlah hampir 200 orang.
Kampung Sarugo merupakan destinasi wisata terkenal yang telah meraih berbagai penghargaan di tingkat Sumbar maupun nasional dan diresmikan Bupati 50 Kota Irfendi Arbi bersama Rektor UM Sumbar, Riki Saputra pada 31 Agustus 2019.
Perkampungan ini terletak di Jorong Sungai Dodok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh.
Atas segala potensi yang dimilikinya, membuat BSI mengucurkan dana hibah senilai Rp 1 miliar.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

