KATASUMBAR- Ragam kesenian tradisional Minangkabau tampil memukau di panggung Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Saraso Fest 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat, Senin (28/9/2026) malam.

Dua kesenian asal Kabupaten Solok, yakni Tari Tupai Janjang dari Siriah Langkok, Nagari Koto Hilalang dan Tari Adok dari Pincuran Sati Koto Sani, Nagari Ujuang Ladang, Koto Sani, hadir dengan karakter pertunjukan yang berbeda, namun sama-sama membawa nilai kehidupan masyarakat Minangkabau.

Penampilan diawali dengan Tari Tupai Janjang yang menghadirkan gerakan dinamis dan penuh energi.

Para penari bergerak lincah menggambarkan tingkah laku tupai yang gesit. Gerakan melompat, berlari, memanjat hingga berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya menjadi bagian utama dari rangkaian tari.

Gerakan tersebut membuat suasana panggung terasa ceria dan hidup. Kelincahan para penari seolah menggambarkan tupai yang bergerak bebas di tengah lingkungan alam.

Tidak hanya menjadi hiburan, Tari Tupai Janjang juga menyampaikan gambaran tentang kecerdikan, ketangkasan dan semangat kebersamaan yang tumbuh dari kedekatan masyarakat dengan alam di sekitarnya.

Perpaduan gerak, musik dan ekspresi penari kemudian membawa pertunjukan pada pesan tentang pentingnya menjaga kesenian tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Setelah Tari Tupai Janjang, panggung berlanjut dengan Tari Adok dari Pincuran Sati Koto Sani.

Berbeda dengan karakter Tupai Janjang yang enerjik dan menggambarkan kelincahan, Tari Adok menampilkan gerakan yang lebih menonjolkan interaksi, kebersamaan dan pergaulan masyarakat Minangkabau.

Gerakan tubuh, ekspresi penari serta iringan musik tradisional dan dendang berpadu membentuk suasana khas kesenian Minangkabau.

Setiap gerakan dalam Tari Adok menggambarkan hubungan antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari. Kekompakan dan kebersamaan menjadi bagian penting yang terlihat sepanjang pertunjukan.

Pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kesenian tradisional tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan nilai kesopanan, kebersamaan dan kehidupan sosial masyarakat.

Dua kesenian asal Solok itu pun memperlihatkan kekayaan ekspresi seni tradisional Minangkabau di panggung Saraso Fest 2026.

Melalui gerak dan musik, Tari Tupai Janjang dan Tari Adok membawa penonton mengenal kembali kesenian yang tumbuh dari kehidupan masyarakat serta lingkungan budaya Minangkabau.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar warisan seni tradisional tetap hidup, dikenal generasi muda dan terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.