KATASUMBAR – Pemerintah Kota Pariaman mencatat, tangkapan ikan nelayan di laut Kota Pariaman pada triwulan kedua 2021 mencapai 1.500 ton.
Berdasarkan data tambahan dari Dinas Pertanian Kota Pariaman, produksi perikanan budi daya di Kota Tabuik itu juga tinggi dengan jumlah 150 ton.
“Secara ekonomi pembudidaya dan penangkapan ikan di laut memberikan kontribusi bertahan di masa pandemi,” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Kota Pariaman Cithra Aditur Bahri.
Kendati begitu, ia menilai kebijakan PPKM di Kota Pariaman tidak begitu berdampak terhadap penangkapan ikan. Namun bisa saja berdampak terkait pemasaran dan distribusi.
Hal ini dibenarkan oleh salah seorang nelayan di kawasan Naras, Tedi (46). Ia mengaku, selama PPKM, tangkapan ikan memang melimpah.
“Sehari bisa dapat 2-5 ton. Itu kita melaut di sekitaran laut Pariaman, Padang hingga dekat Pasaman Barat,” ungkap dia.
Namun, banyaknya ikan tidak menjamin pendapatan nelayan. Pasalnya, kata dia, pedagang ikan lebih memilih untuk tidak membeli banyak ikan ke nelayan karena sepi pembeli.
“Tidak banyak yang beli ikan di pasar, jadi pedagang hanya ambil sedikit ke kami,” sebut Tedi.
Supaya tidak rugi, Tedi dan rekan-rekannya mengirimkan ikan hasil tangkapannya ke Padang.
“Tapi tentu tidak bisa semua, sebab di Padang dan Pasaman Barat juga banyak nelayannya. Kalau ada ikan yang bisa ekspor seperti Tuna itu kita kirim ke TPI Bungus, kalau tidak ada ya terpaksa kami jual murah ke warga saja, dan sisanya kami bawa ke rumah,” jelas dia.
“Hal-hal seperti ini yang bikin nelayan rugi, yang harusnya bisa bawa uang Rp10-15 juta ke rumah, sekarang seadanya saja. Bahkan kadang pulang pokok saja, uang hasil jual ikan sudah habis untuk bahan bakar dan gaji anak kapal,” pungkasnya kemudian.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

