KATASUMBAR- Taman Budaya Sumatera Barat (Sumbar) kembali menggelar Festival Seni Anak Bahagia (SABA Fest) 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN). Festival yang mengusung konsep inklusif ini berlangsung selama dua hari, Rabu (5/8/2026) hingga Kamis (6/8/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, mengatakan SABA Fest merupakan agenda rutin Taman Budaya Sumbar yang bertujuan memberikan ruang berekspresi bagi anak-anak melalui berbagai kegiatan seni. Tahun ini, festival juga melibatkan anak-anak penyandang disabilitas yang menampilkan karya seni rupa, tari, musik, hingga pertunjukan lainnya.
“Alhamdulillah, SABA Fest tahun ini tidak kalah meriah. Dari sejumlah peserta juga tampil anak-anak istimewa,” ungkapnya saat membuka SABA Fest 2026, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, festival ini turut melibatkan komunitas seni, pegiat budaya, sekolah, hingga masyarakat luas agar bersama-sama mendukung perkembangan seni budaya di Sumatera Barat.
“Seluruh komunitas, penikmat, dan pemerhati seni budaya kita libatkan. Banyak cabang seni yang ikut serta dan semuanya terlibat. Ini yang membuat SABA Fest menjadi istimewa,” katanya.
Syaiful menilai anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi dan bakat luar biasa yang perlu mendapat ruang untuk berkembang. Bahkan, beberapa karya yang mereka hasilkan sudah memiliki nilai jual.
“Mereka punya bakat yang harus kita gali. Bahkan sudah ada karya yang bernilai jual. Yang terpenting adalah membangkitkan kepercayaan diri bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Taman Budaya bersama Dinas Kebudayaan terus menyediakan ruang bagi anak-anak untuk berkarya melalui berbagai kegiatan seni. Program tersebut juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, serta menggandeng pihak swasta.
Ke depan, sejumlah karya terbaik peserta akan diseleksi kurator untuk ditampilkan pada festival seni yang lebih besar. Taman Budaya Sumbar juga menjalin kerja sama dengan pegiat seni dari Yogyakarta yang dijadwalkan menggelar kegiatan seni selama sebulan penuh pada September hingga Oktober mendatang.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, mengatakan SABA Fest 2026 mengusung konsep inklusif sebagai wadah kreativitas sekaligus panggung bagi anak-anak dan penyandang disabilitas untuk menampilkan karya terbaik mereka.
“Sejak pertama digelar pada 2024, SABA Fest menjadi festival yang mengolaborasikan anak-anak dan penyandang disabilitas dari berbagai kota dan komunitas. Tahun 2026 ini hadir dengan skala yang lebih besar dan lebih beragam,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, festival menghadirkan pameran karya dari sekitar 50 peserta, pertunjukan musik, tari, teater, sastra, workshop kriya batik dan keramik, serta berbagai permainan edukatif. Kegiatan ini juga melibatkan sekolah, sanggar seni, dan komunitas budaya sebagai bentuk perayaan keberagaman melalui seni.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) Â đ
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


