KATASUMBAR – Kelangkaan minyak goreng dirasakan oleh masyarakat Sumbar pada umumnya.
Kelangkaan tersebut juga berimbas pada harga yang melonjak drastis akhir-akhir ini.
Diketahui, beberapa daerah di Sumbar juga memiliki perkebunan kelapa sawit yang menjadi bahan utama dan satu-satunya dari minyak goreng tersebut.
Kelangkaan tersebut tentu menjadi tanda tanya di daerah yang penghasil sawit.
Lantas berapa, luas tanaman kelapa sawit dari perkebunan rakyat di Sumbar di tahun 2021 berikut daftarnya sesuai data Biro Pusat Statistik (BPS), Sumbar Dalam Angka 2022.
Di Kabupaten Pesisir Selatan terdapat 41.381,20 hektare lahan sawit, kabupaten Solok 17,50 hektare dan Sijunjung 9.958,25 hektare.
Selanjutnya, Tanah datar 7,50 hektare, Padang Pariaman 21.262 hektare, Agam 19.877 hektare, Lima Puluh Kota 3.012 hektare dan Pasaman 4.883,50 hektare.
Kemudian, Solok Selatan 9.389 hektare, Dharmasraya 32.743 hektare dan Pasaman Barat 126.761,64 hektare.
Sementara itu, Kota Padang 3 hektare, Kota Solok 6 hektare, Kota Sawahlunto 138,70 hektare dan Kota Pariaman 69,40 hektare.
Sehingga jika dijumlahkan keseluruhannya, luas perkebunan kelapa sawit di Sumbar seluas 249.518,69 hektare.
Jumlah tersebut termasuk, lahan yang menghasilkan, belum menghasilkan dan lahan yang tua maupun rusak.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

