KATASUMBAR – Kasus penyakit Ginjal Akut pada anak marak di Sumbar. Bahkan menurut data, ada 12 anak yang meninggal dunia.
Fakta demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Barat (Sumbar) Lila Yanwar.
Ia mengatakan, setidaknya ada 10 anak meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang.
Sementara 2 anak lainnya, meninggal di RSUD dr Rasyidin Padang dan RSUD Mentawai.
“Kemudian ada 4 anak yang masih di rawat di RSUP Dr M Djamil dan juga ada yang sembuh dengan kondisi ginjal yang sudah membaik,” katanya.
Sejauh ini, menurut Lily, pemerintah akan melakukan penelusuran ke keluarga pasien dengan langkah penyelidikan epidemiologi.
“Kira-kira ada kaitan dengan kasus lain atau tidak, baik itu konsumsi makanan atau konsumsi obat, lingkungan keluarga dan sebagainya,” ujarnya.
Lantas terkait dengan itu, demi mengantisipasi jumlah anak yang terdampak penyakit, orang tua sementara diminta untuk tidak memberi obat sirup pada anak.
Pernyataan demikian diungkapkan oleh Dinas Kesehatan Padang Padang. Menurut Kepala dinas, dr. Faizah, larangan ini sesuai dengan edaran Kemenkes.
Edaran ini berisi Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury).
Dalam edaran itu, ia mengatakan pemerintah menganjurkan pelarangan peredaran obat sirup untuk sementara.
“Dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun sudah ada imbauan untuk tidak memakai obat-obat sirup sampai kita dapat hasil pemeriksaan.”
“Batas waktunya hingga dapat hasil pemeriksaan bahwa obat sirup itu aman dikonsumsi. Terutama obat sirup yang dijual bebas,” jelasnya.
Larangan Konsumsi Obat Sirup
Sebagai informasi, larangan peredaran obat sirup tersebut merupakan langkah yang diambil pemerintah atas temuan 206 kasus gagal ginjal akut.
Kasus misterius pada anak ini tersebar di 20 provinsi di Indonesia belakangan ini.
Faizah pun mengimbau, perlu kewaspadaan orang tua terutama anak di bawah enam tahun sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah.
Selain itu, untuk pencegahan berbagai penyakit termasuk Acute Kidney Injury (AKI) ini, pihaknya mengajak untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Untuk perawatan anak sakit yang menderita demam di rumah, pakailah obat alami. Manfaatkan Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang ada di halaman rumah.”
“Atau lebih mengedepankan tatalaksana non-Farmakologis seperti mencukupi kebutuhan cairan, kompres air hangat, mengunakan pakaian tipis.”
“Jika ada tanda-tanda bahaya segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan beli obat sembarangan,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

