KATASUMBAR – Nasi Padang adalah sebutan untuk masakan khas Sumatera Barat. Keotentikan rasanya membuat masakanan ini digemari banyak orang.
Buktinya, di setiap daerah di Indonesia, selalu ada Rumah Makan Padang yang dijumpai.
Namun, banyak yang menilai, menyantap Nasi Padang bisa memicu kolestrol. Lantaran menu yang dibuat dari rempah, dan lauk yang tinggi protein.
Terkait dengan itu, BBC Indonesia pun membuat liputan khusus perihal takaran kesehatan seporsi Nasi Padang.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2004 menyimpulkan sesuatu yang mengejutkan.
Bahwa ternyata pola makan, terutama kebiasaan makan gorengan, serta kekurangan aktivitas fisik lebih memengaruhi risiko penyakit jantung.
Profesor Nur Indrawaty Lipoeto yang menjadi peneliti utama dalam studi tersebut, mengatakan bahwa kandungan lemak jenuh dalam santan hanya seperempatnya minyak goreng.
Sementara makanan bersantan biasanya mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan makanan gorengan.
“Makanan gorengan itu jauh lebih berbahaya dari makanan yang bersantan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa makanan Minang kaya akan bumbu seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan daun serai yang berperan sebagai antioksidan.
Bahan-bahan tersebut, kata dia membantu mengurangi risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, dan kanker.
Meski tidak berarti bahwa Nasi Padang bisa mencegah penyakit jantung atau diabetes, tapi setidaknya hidangan itu tidak seberbahaya yang dikira sebagian orang.
“[Selama ini] orang hanya menonjolkan santannya saja. Jadi orang juga harus melihat bahwa bumbunya berperan penting,” ujarnya.
Namun demikian, Profesor Indrawaty menyarankan supaya mereka yang gemar menyantap Nasi Padang juga rajin memakan sayur dan buah.
Karena sayuran dalam hidangan Nasi Padang pada umumnya – daun singkong dan gulai nangka – dinilainya tidak memadai.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

