KATASUMBAR — Lebih dari dua dekade lalu, kawasan Pasar Amor di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, dibangun dengan harapan menjadi penggerak perekonomian masyarakat. Kini, setelah lama terbengkalai, kawasan tersebut justru diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi.

Pasar yang juga dikenal masyarakat sebagai Pasar Amur itu didirikan pada 2002, pada masa kepemimpinan Bupati Agam Aristo Munandar. Pembangunannya ditujukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama menampung aktivitas para pedagang.

Pasar tersebut kemudian diresmikan oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah saat itu, Alimarwan Hanan.

Lokasinya cukup strategis karena berada di kawasan jalan lintas Padang–Bukittinggi. Kawasan pasar memiliki luas sekitar 4,5 hingga 5 hektare dan dilengkapi ratusan kios serta lapak.

Namun, tujuan awal pembangunan pasar tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Aktivitas perdagangan di Pasar Amor tidak berkembang secara berkelanjutan. Pedagang dan pembeli tidak bertahan, hingga kawasan pasar akhirnya ditinggalkan dan praktis tidak berfungsi.

Bangunan yang sebelumnya diharapkan menjadi pusat ekonomi masyarakat kemudian berubah menjadi kawasan yang terbengkalai. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan ditumbuhi tanaman liar.

Kondisi tersebut berlangsung bertahun-tahun.

Bahkan, pada 2022 muncul kembali dorongan agar Pasar Amor dihidupkan. Salah satu gagasan yang disampaikan saat itu adalah menjadikan pasar sebagai tempat menampung pedagang yang selama ini beraktivitas di sisi jalan Padang Lua dan Koto Baru, yang kerap dikaitkan dengan persoalan kemacetan.

Pasar Amor juga sempat diwacanakan sebagai pusat perdagangan produk ekonomi kreatif, kuliner, hasil pertanian hingga lokasi yang dapat mendukung aktivitas pariwisata.

Namun, upaya menghidupkan kembali pasar tersebut belum mengubah fungsi kawasan secara signifikan.

Kini, kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan bangunan pasar yang tidak berfungsi itu memasuki babak baru.

Dalam perencanaan terbaru Tol Sicincin–Bukittinggi, kawasan Pasar Amor disiapkan sebagai lokasi exit tol. Rencana tersebut merupakan bagian dari perubahan trase yang tidak lagi melewati kawasan Kubang Putih.

Dari kawasan Pasar Amor, pemerintah juga menyiapkan akses berupa bypass menuju Simpang Taluak. Akses non-tol tersebut direncanakan sekitar 6,5 kilometer dan diharapkan menjadi jalur alternatif sehingga kendaraan yang keluar dari tol tidak seluruhnya masuk ke kawasan Padang Luar.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade sebelumnya menjelaskan bahwa kawasan Pasar Amor dipilih dalam perencanaan tersebut, sementara jalur bypass akan diarahkan menuju Simpang Taluak.

Rencana itu membuat fungsi kawasan Pasar Amor kembali menjadi perhatian. Jika sebelumnya kawasan tersebut dibangun untuk menjadi pusat perdagangan tetapi kemudian terbengkalai, kini lokasinya diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan konektivitas baru menuju Bukittinggi.

Ada Rencana Universitas

Perubahan fungsi kawasan Pasar Amor tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan.

Masyarakat Nagari Batu Palano sebelumnya juga telah memiliki rencana pemanfaatan eks lahan pasar untuk pembangunan perguruan tinggi.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Palano, Editiawarman, mengatakan masyarakat nagari telah menyepakati sekitar lima hektare eks lahan Pasar Amor untuk pembangunan universitas sejak sekitar dua tahun lalu.

“Kalau Kerapatan Adat Nagari telah sepakat dua tahun yang lewat, kami dari anak nagari Batu Palano bersepakat akan membangun universitas di eks tanah Pasar Amor, yang ukurannya lima hektare. Bupati mendukung,” ujarnya.

Rencana pembangunan universitas tersebut kini berada dalam konteks baru setelah munculnya rencana exit tol.

Karena itu, masyarakat adat meminta pemerintah menjelaskan secara rinci bagaimana posisi exit tol, bypass dan rencana pemanfaatan kawasan eks Pasar Amor ke depan.

Editiawarman juga meminta sosialisasi pembangunan dilakukan hingga tingkat nagari dan jorong. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang sama mengenai trase dan dampak pembangunan terhadap wilayah mereka.

Sosialisasi terbaru terkait trase dan akses exit tol memang telah dilakukan bersama masyarakat dan ninik mamak di kawasan Sungai Pua pada 17 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat meminta agar penjelasan pembangunan tidak berhenti pada gambar trase, tetapi diterangkan secara langsung hingga tingkat nagari dan jorong.

Dengan rencana tersebut, Pasar Amor seolah memasuki putaran baru dalam sejarahnya.

Dibangun pada 2002 untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, kemudian terbengkalai setelah aktivitas perdagangan tidak berkembang, kawasan itu kini kembali mendapat fungsi strategis melalui rencana pembangunan infrastruktur.

Dari pasar yang pernah menjadi bangunan mati, Pasar Amor kini diproyeksikan menjadi salah satu pintu akses menuju Tol Sicincin–Bukittinggi sekaligus kawasan yang masih menyimpan rencana besar masyarakat untuk pembangunan perguruan tinggi.

Jika rencana tersebut terealisasi, wajah Pasar Amor di masa mendatang akan jauh berbeda dari kondisi kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal masyarakat.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.