KATASUMBAR – Walikota Padang, Hendri Septa berpendapat banjir yang merendam sebagian besar kawasan pada Jumat (14/7) disebabkan oleh pasang air laut.
Menurut dia, debit air yang ada di daeratan tidak tertampung lagi di lautan, lantaran ketinggian pasang laut.
“Di saat hujan deras air menuju laut dan ternyata disambut pasang laut yang tinggi sehingga air kembali ke daratan,” katanya lewat pernyataan resmi.
Peristiwa ini membuat banyak pemukiman warga yang terendam banjir dan akses jalan tidak bisa dilalui.
Selain itu, ada pula sebagian warga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Lantas, dengan kondisi demikian, Hendri Sepota menyebut, pihaknya sudah menyiapkan dapur umum dan penampungan sementara untuk warga.
Fasilitas itu disiapkan pemerintah untuk warga Padang Selatan, yang sejumlah kawasannya juga tertimpa longsor.
“Kita berupaya siapkan dapur umum di lokasi penampungan sementara dan juga menyalurkan bantuan yang dibutuhkan seperti makanan, tempat tinggal sementara dan lainnya,” jelas dia.
Selain penampungan dan dapur umum, pihaknya sudah menyalurkan bantuan makanan siap saji ke masyarakat ke Lubuk Begalung dan Koto Tangah.
“Mari kita sama-sama berdoa semoga musibah ini segera berlalu dan kita dapat beraktivitas seperti biasa lagi seperti biasanya,” ucapnya.
Di sisi lain, Hendri Septa juga menyebut, saat ini dirinya belum menetapkan status tanggap darurat.
“Kita masih menunggu laporan dari para Camat dan jika memang butuh tanggap darurat tentu akan kita lakukan,” pungkasnya.
Diketahui, banjir terjadi di 35 titik di Kota Padang, longsor di 11 titik dan pohon tumbang di 8 titik.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


