KATASUMBAR- Seekor harimau Sumatera betina berhasil dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat setelah beberapa bulan terakhir muncul di permukiman warga dan memangsa ternak di Jorong Palimbatan, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Harimau berusia sekitar 2,5 hingga 3 tahun itu berhasil masuk ke kandang perangkap yang dipasang Tim BKSDA Sumbar pada Selasa (11/8/2026).
Kepala BKSDA Sumbar, Hartono membenarkan evakuasi tersebut. Menurutnya, harimau dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu saat ini telah dibawa ke tempat rehabilitasi. “Ya, kami berhasil mengevakuasi dan saat ini sudah dibawa ke tempat rehabilitasi,” kata Hartono kepada Katasumbar, Rabu (12/8/2026).
Ia mengatakan, pemasangan kandang perangkap dilakukan karena keberadaan harimau tersebut sudah menimbulkan interaksi negatif dengan masyarakat. Harimau beberapa kali terlihat di sekitar permukiman dan memangsa ternak milik warga.
Petugas kemudian memasang ternak yang sebelumnya menjadi mangsa sebagai umpan di dalam kandang perangkap. Pada Rabu (12/8/2026), harimau tersebut akhirnya berhasil dievakuasi.
“Usianya 2 setengah tahun sampai tiga tahun. Kondisi dievakuasi sehat dan aman,” terangnya
Ia menambahkan, BKSDA akan melakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan lokasi pelepasliaran harimau tersebut.
Kajian meliputi survei populasi, kondisi habitat serta tingkat keamanan lokasi bagi harimau maupun masyarakat.
Ia menyebutkan, hasil pemantauan kamera perangkap menunjukkan populasi harimau di kawasan Palupuh masih cukup tinggi.
“Karena berdasarkan pantauan kamera trap yang kita pasang, itu memang untuk populasinya masih sangat-sangat luar biasa di Palupuh. Sehingga perlu dilakukan analisa dan langkah apa yang akan dilakukan,” katanya.
Sementara itu, harimau tersebut akan tetap berada di tempat rehabilitasi hingga BKSDA mendapatkan hasil kajian mengenai lokasi yang tepat untuk pelepasliaran.
“Tentunya kita akan melakukan kajian, survei populasi, di mana kira-kira lokasi yang akan dijadikan sebagai lokasi pelepasliaran. Bagaimana kondisi habitatnya, bagaimana tingkat keamanan terhadap harimau itu sendiri saat kita melakukan pelepasliaran,” tutupnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


