KATASUMBAR- Sebanyak empat rumah ibadah, terdiri dari dua masjid dan dua musala, terdampak bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat, Mustafa, mengatakan data tersebut berdasarkan laporan sementara dari Kantor Kemenag Kabupaten Solok.

“Terkait bencana Solok yang dialami oleh saudara kita Senin kemarin, laporan dari Pak Kabid Teknis Hurais, ada dua tempat ibadah yang terdampak yaitu dua musala. Itu yang baru masuk ke kita,” ungkapnya usai kegiatan ngopi pagi bersama wartawan di Kantor Kemenag Sumbar, Kamis (24/9/2026).

Mustafa kemudian menyebut berdasarkan pemutakhiran data, terdapat empat rumah ibadah yang terdampak, yakni dua masjid dan dua musala.

Ia menjelaskan, dampak terhadap rumah ibadah tersebut relatif ringan. Lumpur masuk ke dalam bangunan, namun tidak menyebabkan kerusakan pada bagian dinding.

“Biasanya untuk rumah ibadah dan madrasah yang kena dampak, Kementerian Agama itu selalu proaktif dan memprioritaskan untuk recoverynya. Informasi yang masuk kepada kita dua masjid, dua musala yang kena dampak. Dampaknya tidak begitu berat. Lumpur masuk ke masjid sehingga dindingnya tidak rusak,” jelasnya.

Menurut Mustafa, material lumpur terutama berdampak pada perlengkapan ibadah seperti karpet dan sajadah.

Kemenag Sumbar, katanya, akan segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah ibadah yang terdampak sekaligus menyalurkan bantuan bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sumbar.

“Kita Kementerian Agama Sumbar, dalam waktu dekat ke lokasi untuk datangi melihat tempat ibadah yang terdampak di sana. Mungkin dalam waktu dekat akan kita kunjungi dan sekaligus kami serahkan bantuan juga bersama UPZ Sumbar,” katanya.

Ia mengatakan, Kemenag Kabupaten Solok juga telah diminta segera mengirimkan laporan tertulis mengenai kondisi rumah ibadah yang terdampak. Laporan tersebut nantinya akan diteruskan ke Kementerian Agama RI.

“Kita sudah minta agar Kemenag Kabupaten Solok untuk mengirimkan data tertulis untuk diteruskan ke pusat,” ujarnya.

Mustafa menyebut laporan tersebut diperlukan untuk menentukan kebutuhan bantuan yang paling mendesak, terutama untuk pemulihan perlengkapan ibadah.

“Semoga segera masuk laporan tertulis ke kami, dan bisa dilihat bantuan mendesak apa yang dibutuhkan. Kalau masjid musala ada karpet dan sajadah,” tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data sementara yang diterima Kemenag Sumbar, dampak bencana galodo tersebut dilaporkan terjadi pada masjid dan musala. Tidak ada laporan madrasah yang terdampak.

“Untuk madrasah tidak, hanya masjid dan musala. Ada empat. Ini akan segera kita update,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bencana galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026), pukul 20.00 WIB malam. Material lumpur, kayu dan batu menerjang permukiman warga serta sejumlah fasilitas di kawasan tersebut.

Salah satu kawasan yang terdampak berada di sekitar Kompleks Kantor Bupati Solok. Material galodo masuk ke sejumlah rumah warga dan menutup akses jalan.
Berdasarkan data penanganan sementara, sekitar 100 rumah terdampak akibat bencana tersebut. Sebanyak 77 warga juga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Selain merusak dan menggenangi rumah warga, galodo juga menyebabkan sejumlah orang menjadi korban. Empat orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk salah seorang korban yang kemudian mendapat perawatan di RSUP Dr M Djamil Padang.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang sempat dilaporkan hilang. Tim SAR gabungan kemudian menemukan satu korban di aliran Sungai Koto Gaek–Jawi-jawi pada Selasa (22/9/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian diidentifikasi bernama Dafi, sekitar 20 tahun. Jasad korban ditemukan sekitar 11 kilometer dari lokasi awal bencana.

Sementara itu, satu orang lainnya yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Galodo juga berdampak terhadap infrastruktur. Material lumpur dan kayu menutup sejumlah ruas jalan, sementara terdapat jembatan yang mengalami kerusakan.

Jalur lintas Solok-Padang sempat ditutup akibat material bencana yang menutupi badan jalan. Setelah dilakukan pembersihan oleh tim gabungan bersama masyarakat, arus lalu lintas kemudian kembali dibuka dengan sistem buka-tutup.

Pada Kamis (24/9/2026), jalur Solok-Padang dilaporkan sudah kembali normal. Kendati demikian, tim masih melakukan pemantauan dan pembersihan di sejumlah titik yang terdampak.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.