KATASUMBAR– Tidak hanya pasangan Capres dan Cawapres, istri mereka ternyata juga ikut terlibat langsung dalam safari politik yang dilakukannya.
Salah satu istri Capres yang terlibat langsung berkampanye, adalah Istri calon presiden nomor urut tiga Ganjar Pranowo, Siti Atikoh.
Siti Atikoh terlibat langsung berkampanye dengan warga di Tulungagung, Jawa Timur.
Dalam wawancara dengan wartawan, Ia mengungkapkan ada berbagai keluhan dari warga.
Menurutnya, Atikoh mengatakan para emak-emak tersebut, diantaranya mengeluhkan soal harga bahan kebutuhan pokok.
Misalnya, soal harga beras serta bumbu dapur, dan termasuk bawang hingga cabai.
“Yang pertama tentang banyak keluhan ini ya. Terutama emak-emak tentang harga kebutuhan pokok yang mereka merasa masyarakat ini berat sekali gitu karena, kalau beras naik, otomatis kebutuhan lain naik,” kata Atikoh melansir detik.com, Selasa 19 Desember 2023.
Selain itu, menurut Atikoh masyarakat juga mengeluhkan akses pekerjaan hingga pendidikan, termasuk bagi kaum difabel.
Atikoh juga bicara soal bullying, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, agar ada wadah tersendiri.
“Misalnya dalam lembaga pendidikan itu juga perlu diakomodir. Bagaimana pemerintah menekan jumlah TKI yang mempengaruhi pola pengasuhan anak, misalnya terkait lapangan kerja yang tersedia di Indonesia,” terangnya.
“Kemudian teman-teman masyarakat wirausaha itu bisa menekan tenaga kerja yang bukan ahli. Tenaga kerja informal yang ke luar negeri,” tambahnya.
Ia mengatakan, terkait semua permasalahan itu sudah ada di program Ganjar-Mahfud ke depan. Nantinya institusi pendidikan menjadi tempat curhat para korban pelecehan seksual.
“Oh, sudah ada. Kalau misalnya yang seperti KDRT itu ya, atau misalnya pelecehan seksual, harapannya ke depan lembaga pendidikan di universitas, kemudian di SMA, itu juga kayak tempat curhat. Kalau ini mereka bisa curhat, sehingga mental health-nya itu nanti benar-benar terjaga,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, juga program satu puskesmas dan satu desa terdapat tenaga kesehatan (nakes) dan psikolog. Nantinya, korban pelecehan seksual diharap dari masing-masing institusi pendidikan bisa melaporkan hal tersebut.
“Tetapi kalau selama ini ada kecenderungan mereka takut melapor karena ada victim itu, uang, menjadi akhirnya justru menjadi seolah-olah dia yang di-bully, ada stigma mungkin dianggap merugikan sekolah, merugikan institusi pendidikan. Ini kan tentu perlu dilindungi juga,” ujarnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


