KATASUMBAR- Video pengakuan seorang siswa sekolah dasar (SD) yang terjatuh saat menjemput ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.

Video tersebut diunggah oleh keluarga korban sebagai bentuk penyampaian kondisi yang dialami bocah tersebut. Dalam rekaman, siswa itu mengaku mengalami luka lecet setelah terjatuh saat menjemput ompreng MBG.

Frima Efendi (26), pria yang mengunggah video tersebut, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku, bocahnya direkam tersebut adalah sepupunya.

“Benar, itu video saya yang merekam. Karena ini sudah berlangsung lama. Pas kejadian terjadi pada adik saya, terjatuh akibat menjemput ompreng,” ungkapnya saat dikonfirmasi Katasumbar, Rabu (29/7/2026).

Ia mengatakan, kejadian itu terjadi pada Senin (27/7/2026). Saat itu, sepupunya yang masih duduk di bangku kelas V SDN 24 Salido Kecil mendapat tugas menjemput ompreng MBG.

“Jam 15.16 itu informasi dari guru menjelaskan, yang menghubungi Frima. Kejadiannya sehari sebelum itu, tanggal 27, hari Senin. Menjemput jam pelajaran,” katanya.

Menurut Frima, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, pengambilan ompreng di sekolah dilakukan secara bergiliran oleh siswa karena makanan tidak diantar langsung ke sekolah.

“Petugas SPPG anggaran untuk mengantarkan ke sekolah tidak ada. Kalau itu yang disampaikan. Kalau tidak ada anggarannya tidak usah antar MBG itu,” jelasnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti pihak yang memberikan instruksi kepada siswa untuk menjemput ompreng tersebut.

“Memerintah ini apakah sekolah atau SPPG, itu belum jelas. Intinya saya ingin memviralkan saja, mana tahu ada klarifikasi pihak sekolah,” terangnya.

Ia menegaskan, pihak keluarga tidak mempermasalahkan biaya pengobatan karena luka yang dialami korban tergolong ringan. Namun, keluarga menyayangkan adanya siswa yang diminta mengambil ompreng MBG.

“Kalau kami, dari pihak keluarga tidak menuntut berobat. Karena luka tidak seberapa. Tapi, anak murid disuruh menjemput ompreng ini, ini yang kami sesali. Untung jatuh tidak atas jembatan. Jalan di sana berbatuan. Kalau di atas jembatan, gara-gara Makan Gratis kepala pecah,” ujarnya.

Melalui video yang viral tersebut, Frima berharap ada evaluasi terhadap mekanisme pendistribusian Program MBG agar makanan diantar langsung ke sekolah dan tidak melibatkan siswa.

“Kalau mau MBG memberi MBG kepada murid antarkan sampai ke dalam. Jangan dipekerjakan anak murid,” katanya.

Ia juga menilai pelibatan anak dalam pengambilan ompreng perlu dievaluasi.

“Kalau kita kaji, mempekerjakan anak di bawah umur tidak dibenarkan. Apalagi ini programkan ada anggarannya. Itu aja harapan kami dari keluarga,” tutupnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.