KATASUMBAR – Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jalan Minangkabau menggelar aksi damai terkait rencana pembangunan kanopi dan Night Market di kawasan tersebut.
Para pedagang membentangkan spanduk dari karton yang menolak keras wacana dari Pemerintah Bukittinggi.
Aksi berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, Jum’at 30 September 2022 di Jalan Minangkabau.
Para pedagang jalan di legendaris tersebut, kompak tidak berdagang selama berlangsungnya kegiatan.
“Tidak akan pernah ada awning di Jalan Minangkabau,” ungkap Ketua Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jalan Minangkabau, M.Fadhli.
Fadhli mengatakan, pemerintah wajib mendengar aspirasi dari pedagang yang ada di sana.
“Wacana ini harus dikoreksi dan ini adalah blunder. Kami akan lakukan segala langkah untuk memastikan awning tidak ada di sini,” ungkap Fadhli.
Menurut dia, jumlah pedagang di kawasan tersebut berjumlah 90an. Seluruhnya menolak, kata Fadhli.
Dalam aksi ini, para pedagang juga mengungkapkan kekecewaannya kepada Wali Kota Erman Safar dan menilai pembangunan awning banyak melanggar aturan.
Aksi damai ini dipantau ketat oleh aparat gabungan yang terdiri dari polisi, tni, satpol pp hingga dishub. Pukul 11.00 WIB, para pedagang kemudian membubarkan diri.
Sebelumnya, Pemko Bukitinggi berencana membangun awning di jalan tersebut. Selain itu, juga akan dibangun pasar untuk menampung pedagang kaki lima di kawasan dekat Jam Gadang itu.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


