KATASUMBAR – Kehadiran bus PO Palala, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute Sumbar-Jakarta cukup menyita perhatian publik.

Bus tersebut sedang menuju Sumbar untuk persiapan line perdana dari Payakumbuh yang diperkirakan pertengahan Februari 2022 nanti.

Kehadiran bus tersebut menandai bahwa usaha transportasi bus kembali menggeliat.

Tidak cukup sampai di sana, bus PO Palala juga menjadikan masyarakat pengguna bus banyak pilihan, dan persaingan di bidang pelayanan dipastikan tidak terelakkan.

Nama bus PO Palala sendiri juga menjadi daya tarik tersendiri. Kata palala merupakan kata yang tidak asing di telinga orang Minang.

Direktur Utama PT Putra Transindo Mulya Egi Syafride, yang menaungi PO Palala mengungkapkan alasan bus diberi nama Palala.

Ia menyebutkan, Palala lebih ke bahasa daerah yang mengacu ke hobi jalan-jalan, hobi bepergian, dan tidak bisa tenang di zona nyaman sendiri.

“Kenapa, karena di sini kita ingin mendoktrin bagaimana masyarakat itu bisa memahami, ini lo PO Palala, sebuah kosakata yang mudah diingat mudah diucapkan tetapi bisa memenuhi dinding mobil,” katanya di kanal YouTube Lakasanabus dikutip katasumbar.com, Jumat (4/2/2022).

Direktur Utama PT Putra Transindo Mulya Egi Syafride (kanan)
Direktur Utama PT Putra Transindo Mulya Egi Syafride (kanan)

Egy yang dipandu pembawa acara dari Laksanabus sendiri juga menjelaskan tulisan Palala di dinding bus.

“Dari tulisan Palala ada artinya, di A nya itu dibawahnya runcing, itu simbol rumah gadang,” ujarnya.

Selanjutnya, di logo P yang dibalut dengan padi, Egi menjabarkan, karena perusahaan ini dari Solok yang terkenal dengan penghasil beras.

“Kemudian kita ingin memakai ilmu padi semakin besar semakin merunduk,” kata dia.

Sementara untuk warna silver dipilih karena teknis di lapangan karena lebih terlihat bersih dalam perjalanan lebih lama.

Selanjutnya ada juga ciri khas tersendiri di motif batiknya di dinding bus. “Itu songket Silungkang, sebuah tempat tidak jauh dari Solok, songket ini sangat melekat di warga Sumbar,” sebutnya.

Egi menjelaskan, PT Putra Transindo Mulya merupakan perusahaan transportasi yang berdomisili di Solok, Sumbar. Sementara ia sendiri juga putra daerah Solok.

Sebelum beralih ke bisnis bus, ia lebih dahulu berkecimpung di bisnis perdagangan tepatnya di bisnis aksesoris

“Tertarik ke bisnis bus, dari sejak lahir sudah bergaul dengan transportasi di terminal, kakek seorang perwakilan bus di terminal di Kota Solok. Sering main ke sana dari kecil, sampai saat ini,” katanya.

Ia pernah ingin mewujudkan mimpi di bisnis bus pariwisata tetapi tidak mendapatkan kesempatan.

Egi juga menceritakan, kenapa memutuskan pembuatan bus ke karoseri laksana, berawal dari pertimbangannya jalan-jalan dulu.

“Akhirnya bersama tim memutuskan untuk memakai laksana, karena saat itu baru bakal diliris single glass Konsep single glass karena tampil berbeda dengan yang lain,” kata Egi.

Sementara, kiat menarik penumpang, kita mencukupi fasilitas yang dibutuhkan penumpang.

Fasilitasnya, kursi leg rest, AVOD, mini bar, smoking area, dispenser, air purifier yang merupakan antivirus untuk membasmi virus di masa pandemi (peduli kesehatan), bad cover, dan bantal.

“Kita hadir untuk bersaing, tetapi hanya ingin memberikan pelayanan untuk masyarakat Sumbar,” tuturnya.

“Kita lebih memilih kritikan atau masukan, karena butuh revisi demi revisi bagaimana kebaikan kedepannya,” pungkasnya.

Terakhir, pria yang terbilang berusia muda tersebut menutup pembicaraan dengan ucapan motivasi.

“Tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak bisa, ketika bisa kita kejar hari ini mengapa menunggu hari esok. Berasal dari bawah itu bukan mengajarkan kita untuk minder, saya pribadi saya harus belajar dari bawah yang memo saya sampai di titik ini,” kata dia.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.