KATASUMBAR – Bisnis kuliner masakan Minang berkembang pasca PRRI, yang memicu ekspansi perantau Minang ke berbagai daerah.

Hal demikian membuat beberapa entitas restoran makan khas Minang sendiri, lahir dan berkembang, tidak dari tanah asalnya, Sumatera Barat.

Katasumbar pun menelusuri beberapa rumah makan Padang yang sudah mendapatkan nama di hati publik, yang lahir tidak dari negeri asalnya.

Dari hasil penelusuran, diketahui ada dua rumah makan Padang yang kini terkenal menyediakan makanan yang lezat, dan outlet dengan penampilan yang prestisius.

Rumah makan Padang tersebut adalah Rumah Makan Garuda dan Rumah Makan Pagi Sore.

Kedua entitas bisnis kuliner khas Minang lahir di dua daerah yang berbeda di tanah Sumatera.

Kini, bisnis kedua rumah makan itu sudah berkembang pesat dan cabangnya sudah tersebar ke berbagai daerah.

Kendati tidak lahir dari tanah Sumatera Barat sendiri, namun pendiri rumah makan itu adalah perantau yang justru berasal dari Sumbar sendiri.

Siapa mereka dan bagaimana kisah pendirian dua rumah makan itu? simak kisahnya disini.

RM Garuda

Dikutip dari laman resmi RM Garuda, Restoran Garuda merupakan perusahaan swasta yang terbentuk perorangan.

Didirikan pada tanggal 9 oktober 1976 berlokasi di jalan Pemuda No. 20 Medan, yang kemudian ditetapkan sebagai Rumah Makan Garuda I sekaligus sebagai kantor pusat dan administrasinya.

Pada awalnya restoran ini hanya berupa rumah makan yang diberi nama “Rumah Makan dan Buffet Garuda”.

Rumah makan ini didirikan oleh perantau Minang yang bernama Bakhtiar. Sebelum mendirikan Garuda, dirinya adalah pengusaha kain di Medan.

Namun karena usaha kain lesu, ia pun banting setir dengan mendirikan rumah makan Garuda, setelah mempelajari teknik bisnis rumah makan dengan saudaranya di Palembang.

Selama perjalanannya, RM Garuda sempat beberapa kali pindah lokasi. Kendati demikian, kini bisnis Garuda tumbuh pesat.

Saat ini RM Garuda telah memiliki 16 cabang RM Garuda di Indonesia di antaranya 8 cabang di Medan, 1 cabang di Lampung, 5 cabang di Jakarta.

Kemudian ada pula 2 cabang anak usaha yang diberi nama “RM Berjaya”. Sementara di luar negeri, Rumah Makan Garuda memiliki 3 cabang di Singapura.

RM Pagi Sore

Rumah Makan Pagi Sore dimiliki oleh dua orang Minang kelahiran Kota Bukittinggi. Mereka adalah H. Lismar dan H. Sabirin.

Keduanya mendirikan gerai pertama RM Pagi Sore di sebuah kios kecil di pinggiran Kota Palembang, Sumatera Selatan tahun 1973 silam.

Cita rasa masakan rumah makan itu kemudian membuat Pagi Sore terus berkembang menjadi beberapa kios di Palembang.

Puas menguasai pasar di Palembang, Rumah Makan Pagi Sore melebarkan sayapnya ke Jakarta.

Bisnis RM Pagi Sore ini dikembangkan oleh anak H. Sabirin, Hj. Armaidy dan Abdul Satam.

Pertama kali buka di Jakarta, mereka mendirikan rumah makan tersebut di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur tahun 2006.

Sejak pertama kali buka, ternyata rasa masakan rumah makan tersebut mendapat sambutan bagus dari warga Jakarta.

Hingga kemudian mereka membuka cabang baru RM Pagi Sore di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kini RM Pagi Sore sudah beroperasi di beberapa lokasi, sebagian besar di wilayah Sumatra bagian Selatan terutama kota Palembang.

Selain di Jakarta, juga ada di Bangka, Kayu Agung, Jambi, dan Sungai Lilin.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.