KATASUMBAR – Tangkelek merupakan brand baju kaos yang mengangkat kearifan lokal Minangkabau, yang juga merupakan produk lokal minang pertama berkonsep distro yang berdiri pada 14 April 2009.
Dengan mengusung tagline Urang Awak Hebat, Tangkelek mampu memikat generasi milenial dan para perantau untuk menggunakan brand ini.
Saat ini, Kadai Tangkelek sudah memiliki sejumlah cabang dan satu pusat konveksi yang sudah ada sejak tahun 2015 di Kota Payakumbuh.
Ada 2 ownernya, yang merupakan alumni Seni Rupa Universitas Negeri Padang, yakni Khalid Arafah dan Fefri Rusji (Adji).
Sebelum membuka Kadai Tangkelek, mereka berdua pernah berkecimpung sebagai ilustrator di surat kabar lokal di Provinsi Sumbar.
Sejarah Nama Tangkelek
Menurut Khalid Arafah, salah seorang Owner, sebelum memberi nama Tangkelek, ternyata sebelumnya juga ada ide untuk membuat nama Lamang Tapai, salah satu makanan khas Sumbar.
Namun mereka waktu itu berpikir, jika Lamang Tapai jatuh maka akan hancur, karena makanan ini sangat lembek.
Karena filosofinya kurang bagus, nama itupun akhirnya tidak jadi di pakai. Waktu itu mereka berpikir untuk mencari filosopi yang kuat dan tak mudah hancur walau di banting sekalipun.
Akhirnya nama Tangkelek pun muncul dan jadi brand kaos lokal hingga saat ini.
Bangun Bisnis Dari Minus
Banyak yang memulai membangun bisnis dari nol. Namun Tangkelek justeru mulai membangun bisnis dari minus.
Jumlahnya mencapai puluhan ribu rupiah, dan uang itu mereka dapatkan dengan meminjam uang kesana kemari.
Setelah ada modal, Khalid dan Fefri Rusji lalu membuka kedai di kawasan Plaza Andalas Padang. Bisnis baru berjalan selama tiga bulan, ternyata sudah mendapati cobaan berat.
Pada 30 September 2009 terjadi gempa dahsyat yang meluluhlantakan Kota Padang dan sekitarnya.
Kejadian itu juga membuat bisnis kaos itu jadi merugi, karena produk jualan mereka rusak dan tak layak pakai akibat dampak gempa tersebut.
Pantang menyerah, tiga bulan setelelah gempa 2009, Kadai Tangkelek buka toko di Jalan S Parman Ulak Karang Padang, di susul di kawasan Simpang Kangkung Kota Bukittinggi.
Usaha ini mulai menggeliat dan akhirnya terus membuka cabang ke daerah-daerah lainnya.
Pada tahun 2013 buka cabang di Kota Payakumbuh, lalu Kota Solok pada 2014, Kota Pariaman pada 2016, Pasaman Barat pada 2017.
Kemudian juga buka di Padang Pariaman, tepatnya di Bandara Internasional Minangkabau pada tahun 2018.
Pada tahun 2019, Tangkelek kembali mengembangkan bisnis di Kabupaten Agam, dan untuk pertama kalinya membuka kedai kopi, bisnis baru kopi yang mengusung 100 persen kopi minang.
Ternyata ujian terus berlanjut, wabah covid melanda dan memaksa Tangkelek untuk memangkas 50 persen pegawainya.
Kini Tangkelek mulai bangkit kembali dengan tetap mengusung tema kearifan lokal Minangkabau.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

