KATASUMBAR – Pandemi COVID-19 banyak memberikan cerita dan fakta selama perkembangannya di Sumatera Barat. Maret 2021 tepat setahun setelah kasus pertama tercatat di provinsi ini. Lalu apa saja fakta-faktanya? Berikut rangkumannya.
Kasus positif harian tertinggi
Sejak pandemi masuk ke Sumbar, kasus tertinggi tercatat pada akhir tahun 2020 lalu. Tepatnya pada 16 Desember, kasus harian COVID-19 di Sumbar tercatat sebanyak 506 kasus.
Petinggi daerah positif COVID-19 dan sembuh
Setahun pandemi, bukan brarti tak ada pejabat yang positif COVID-19. Banyak petinggi di tingkat dua dan satu baik legislatif atau eksekutif. Misal Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz, Wakil Walikota Padang, Hendri Septa, Anggota DPRD Sumbar, Afrizal, Walikota Solok, Zul Elfian, dan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni. Namun, hari ini, semuanya telah dinyatakan sembuh.
Sumbar kehilangan tokoh-tokoh hebat
Setahun pandemi, juga meninggalkan beberapa kisah pilu bagi daerah ini. Tak sedikit tokoh, ulama, dan pejabat yang meninggal karena COVID-19. Mereka diantaranya, Ketua Gebu Minang Sumatra Barat (Sumbar) Boy Lestari Datuak Palindih yang meinggal pada 9 Januari 2021.
Kemudian Anggota DPRD Sumbar, Syahrul Furqan yang meninggal pada 31 Oktober 2020. Selain itu, ada juga tokoh yang meninggal, namun tidak karena COVID-19 yakni Ketua MTKAAM, Irfianda Abidin pada 19 November 2020.
Pelaksanaan MTQ Nasional
Walaupun pandemi, namun MTQ Nasional ke -28 tetap dilaksanakan di Sumatera Barat pada 12-21 November 2020. Pelaksanaan MTQ itu sebelumnya mendapat pro kontra dari berbagai pihak dan minta diundur ke 2021.
Namun dengan protokol kesehatan yang ketat, selama pelaksanaan tidak ada peserta dari dalam dan luar Sumbar yang tercatat positif COVID-19. Bahkan tuan rumah, Sumatera Barat berhasil mempersembahkan prestasi terbaik, yakni juara umum. Pembukaan dilakukan secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dan penutupan juga dilakukan secara virtual oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.
Pilkada 2020
Walaupun sempat ditunda pelaksanaannya beberapa bulan, pemerintah memutuskan tetap menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020, termasuk di Sumbar. Walaupun banyak calon kepala daerah, baik tingkat satu atau tingkat dua yang positif COVID-19, namun itu tak menghambat pelaksanaannya. KPU mengklaim Pilkada 2020 sukses, termasuk di Sumbar dengan tingkat pemilihan yang dianggap baik.
Kasus Positif 31 Ribu Lebih
Hingga 24 Maret 2021, kasus positif yang tercatat di Sumbar adalah 31.013 kasus dengan jumlah spesimen diperiksa 593.740. Sedangkan jumlah orang diperiksa sebanyak 405.376. Untuk jumlah yang meninggal sebanyak 679 orang atau 2,2 persen dan pasien sembuh sebanyak 29.314 atau 94,5 persen.
Hingga saat ini, pemerintah daerah masih berusaha untuk terus melakukan berbagai upaya mencegah dan menekan kasus ini. Vaksinasi juga terus dilakukan bersamaan dengan pemulihan ekonomi di daerah ini.
Gubernur Baru dan Harapan Baru
Pada 25 Februari 2021, Presiden Joko Widodo melantik Gubernur baru Sumatera Barat. Mereka adalah Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy. Mereka adalah pasangan gubernur terpilih dan ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilkada. Setelah dilantiknya, banyak harapan tertumpu pada pasangan ini, terutama penanganan COVID-19 dengan mempercepat vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang porak-poranda karena COVID-19.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


