KATASUMBAR – Setahun sudah Sumatera Barat khususnya Bukittinggi menghadapi Pandemi Covid-19.
Dalam catatan KATASUMBAR, 25 Maret 2020, kasus pertama menimpa seorang pasien perempuan Bukittinggi berusia 47 tahun yang saat itu sedang dalam rawatan RSAM.
Pemerintah Bukittinggi menyatakan ia positif mengidap virus corona dan merupakan kasus pertama. Wali Kota Ramlan Nurmatias, mengumumkan kasus itu keesokan harinya.
Kemungkinan, wanita ini terpapar dari suaminya yang baru pulang dari Malaysia, namun saat itu suaminya belum positif. Beberapa hari kemudian, suaminya baru dinyatakan positif.
Pada 9 April 2020, Bukittinggi sudah memiliki 5 kasus, dalam kasus ke 5 yang menimpa seorang wanita hamil. Sayangnya, ia meninggal. Ini tercatat sebagai pasien pertama yang meninggal akibat virus corona di Bukittinggi.
Sejak itu perjalanan Covid-19 Bukittinggi berlanjut. Pemko Bukittinggi mengambil langkah agresif dengan memutuskan masuk ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Rabu 22 April 2020.
Seketika, kota berubah. Pasar sepi, jalanan lengang, dan wisata pun mati. Kondisi ini bertahan hingga Juni. Selama PSBB, Bukittinggi mencatat kasus sebanyak 17 saja.
Karena kasus melandai dan ekonomi berantakan, Bukittinggi memutuskan melonggarkan PSBB dan masuk ke New Normal, di masa inilah kasus melonjak tajam, bahkan kasus harian pernah mencapai 50 kasus sehari terutama di Agustus hingga September.
Penambahan kasus terus terjadi hingga akhir 31 Desember 2020 total kasus di Bukittinggi sudah mencapai 925. Rinciannya 818 sembuh, meninggal 16 orang dan sisanya menjalani perawatan.
Kekinian, penambahan kasus harian terus menurun, namun hampir setiap hari masih ada saja warga yang positif.
Kemarin 24 Maret 2021, total kasus dari awal sudah mencapai 1.213, artinya ada penambahan 288 pasien sepanjang 2021 ini.
“Saat ini kasus masih ada, namun tak terjadi penambahan yang signifikan,” jelas Sekretaris Dinas Kesehatan dr.Vera baru-baru ini.
Namun, untuk kembali ke zona hijau atau aman, dr.Vera menyebut itu masih jauh karena adanya kasus baru tiap harinya.
Terkait program vaksin, saat ini sudah ada 3000an orang di Bukittinggi yang sudah mendapat vaksin sinovac.
Ia tetap meminta warga untuk menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, sering mencuci tangan dan menghindari kerumunan agar terhindar dari penularan virus corona.
Dalam data terakhir, masih ada 50 kasus aktif di Bukittinggi dan total dari awal, ada 19 orang meninggal karena virus corona.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


