KATASUMBAR – Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bermarkas di Lubuk Alung – Padang Pariaman ini juga pantas menyandang bus legendaris.
Bus tersebut sangat melekat di hati para perantau Minang. Bus tersebut dikenal dengan nama bus PO Transport dibawah naungan PT Transport Express Jaya.
Didirikan sejak 1977 oleh Haji Nazar Zakaria Datuak Maharajo Basa, PO Transport mengawali dengan bus sedang yang melayani Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Rute yang dilayani Lubuk Basung – Tiku Sungai Limau – Pariaman – Padang dan sebaliknya.
Kemudian baru berekspansi di tahun 1984 melayani AKAP dengan rute Sumbar – Jakarta dan sekitarnya.
Saat ini, perusahaan bus legendaris ini ditangani oleh generasi kedua dengan menyiapkan generasi ketiganya.
“Awalnya dua kali seminggu, baru setelah 1985 kita melayani setiap hari,” kata generasi ketiga dari PO Transport Yoga Hendriko Putra di kanal YouTube Perpalz TV dikutip Senin (21/2/2022).
Diketahui, Yoga Hendriko Putra anak dari Hendrik Dunan Nazar atau cucu dari Haji Nazar Zakaria Datuak Maharajo Basa.
Yoga menceritakan, kakeknya merupakan seorang pengusaha di bidang barang harian, di tahun 1976, kakeknya berkesempatan bergabung di PO Cemerlang dengan kepemilikan satu bis sebanyak empat orang.
“Hingga punya satu unit, pada 1977 kakek mulai berfikir kenapa tidak membikin PO sendiri dan lahirlah PO Transport,” ujarnya.
Dengan demikian, dapat dikatakan PO Transport sudah beroperasi lebih kurang 46 tahun.
Yoga melanjutkan, yang mendasari hadirnya PO Transport yaitu kesempatan, punya pikiran yang berkembang dan meninjau kebutuhan,
“Tahun 1990 rute kita pernah sampai Jogja, sekarang kembali ke Sumbar – Jakarta saja,” kata dia.
Sementara itu, alasan penamaan PO Transport, lanjutnya, mungkin terinspirasi kata trasnport adalah sarana, simpel sekali. Sementara kata express itu cepat dan pesat dalam memajukan perusahaan.
“Warna dasar putih, garis merah, biru dan kuning merupakan warna asli Minangkabau,” kata dia
Lanjut ke logo kuda terbang yang ada setiap badan bus, hal itu terinspirasi oleh kakeknya dari kendaraan Buraq saat nabi Muhammad SAW Isra’ Mi’raj.

“Kenapa ada bulannya, saat Buraq naik ke langit ke tujuh terlihatlah bulan. Inspirasinya begitu meski kita tidak tahu bentuk sebenarnya,” katanya.
Ia menyebutkan, generasi kedua yang mengurus PO Trasnport yakni ada almarhum Sudirman Nazar, Hendrik Dunan Nazar dan Alfi Feria Nazar yang memegang tampuk kepemimpinan.
Yoga juga menceritakan, ia baru bergabung mengurus PO Transport sejak akhir 2020 lalu.
Yoga yang merupakan seorang dokter mengungkapkan bagaimana ia tertarik juga mengurus perusahaan bus.
“Yang paling mendasar saya hobi sama bus, waktu kecil kelas 1 SMP kalau nggak salah, semua keluarga mau ke Padang naik pesawat tetapi saya naik bus sendiri. Tentunya naik PO Transport,” tuturnya.
Yoga menjelaskan, di era yang penuh perjuangan ini, peluang bisnis bus butuh konsep yang jelas.
“Kita harus punya teori, ada big point atau konsep yang harus kita jalani. Kita bikin Kenyamanan, tepat waktu, promosi, armada, rival (pesaing) harus kita nilai,” katanya.
Di perjalanannya, PO Trasnport terus berkembang dengan mendirikan PO
Lubuk Basung Jaya.
“Ini tahun 2000, kenapa harus berkembang ada terdapat perbedaan market. Khusus untuk Lubuk Basung, supaya orang bangga dengan produk lokal,” katanya.
Bisnis bus AKAP sempat mengalami kemunduran di tahun 2004, imbas dari harga tiket pesawat yang terbilang murah.
“Sempat fokus ke mobil kecil PO Tranex rute Padang – Bukittinggi dii tahun 2004 karena PO AKAP digempur dengan penerbangan murah, perusahaan ini harus jalan walaupun tidak AKAP, harus putar otak,” ujarnya.
Pemilihan bus kecil di Tranex rute Padang Bukittinggi karena membaca mobil big bus ke Bukittinggi agak lama di jalan.
“Karena kursinya banyak, bisa dipercepat dengan perubahan unit ke yang lebih kecil sehingga waktu dipersingkat,” kata dia
Sekarang bus AKDP dibawah
PO Trasnport yakni, Tranex, LBE dan Terang Bulan.
Terakhir, sebagai generasi ketiga di PO Trasnport, Yoga yang melihat infrastruktur semakin membaik dan memasuki era digital, ia menilai harus bisa beradaptasi
“Mau gak mau harus mau, bisa gak bisa harus bisa, menyesuaikan dengan itu,” kata dia.
“Jadi di PO Trasnport generasi ketiga didampingi generasi kedua untuk menyiapkan generasi selanjutnya hingga ke bawahnya lagi,” kata dia.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


