KATASUMBAR  — UPTD Taman Budaya Sumatera Barat menggelar workshop sastra bertajuk penulisan novel pada 5–7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Taman Budaya Sumbar itu menghadirkan pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2024-2025 Sasti Gotama sebagai pemateri.

Workshop tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan yang ingin memperdalam teknik penulisan karya sastra, khususnya novel dan cerpen. Dalam pemaparannya, Sasti Gotama menekankan pentingnya perpaduan antara realitas, imajinasi, dan seni dalam membangun sebuah cerita.

“Realitas tanpa imajinasi hanya menjadi laporan jurnalistik yang kering. Imajinasi tanpa realitas menjadi dongeng yang kosong. Realitas dan imajinasi tanpa seni tak akan menjadi kisah yang indah,” demikian salah satu materi yang disampaikan dalam workshop tersebut.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai pengembangan ide cerita, penyusunan premis, penciptaan karakter, pembangunan plot, hingga penggunaan gaya bahasa dalam karya sastra. Peserta juga diajak memahami bagaimana membangun tokoh yang kuat dan manusiawi melalui pendekatan psikologi karakter.

Selain membahas teknik penulisan, workshop juga mengulas pentingnya kebiasaan membaca dan menulis secara rutin sebagai proses membangun kualitas karya. Dalam materi yang dipaparkan, peserta didorong untuk memperkaya bacaan fiksi maupun nonfiksi agar memiliki perspektif yang luas dalam menulis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Taman Budaya Sumbar dalam mendukung perkembangan dunia sastra di daerah. Sejak 2022, Taman Budaya Sumbar telah melahirkan sedikitnya 10 judul buku sastra dari berbagai program pembinaan, workshop, hingga lomba penulisan cerpen tingkat nasional.

Selain workshop, Taman Budaya Sumbar juga rutin menggelar Festival Marah Roesli yang setiap tahun menarik ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pada 2025, festival tersebut diikuti 748 penulis atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, berharap workshop sastra mampu melahirkan penulis-penulis baru yang dapat bersaing di tingkat nasional, termasuk menjadi pemenang dalam Festival Marah Roesli pada tahun mendatang.

Menurutnya, program workshop dan penerbitan buku merupakan bentuk komitmen Taman Budaya Sumbar dalam membangun ekosistem sastra sekaligus membuka ruang kreatif bagi generasi muda di Sumatera Barat.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.