KATASUMBAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lima Puluh Kota menetapkan pasangan Bupati dan wakil bupati terpilih Safaruddin Dt Bagindo Rajo – Rizki Kurniawan Nakasri Pilkada tahun 2020. Pasangan ini akan menjabat tahun 2021-2024.
Pasangan ini merupakan perpaduan tokoh politik dan anak muda. Safaruddin Dt Bagindo Rajo trekahir menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar tahun 2019-2024. Ia merupakan tokoh politik senior yang memulai karir dari bawah, yakni menjadi walinagari tahun 1982.
Sejak 1982, ia terus melanjutkan karir politiknya di kedewanan, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Lima puluh kota, wakil ketua DPRD, ketua DPRD limapuluh kota hingga anggota DPRD Sumbar. Safar merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Kini ia ditetapkan sebagai bupati terpilih Kabupaten Lima Puluh Kota dan akan dilantik beberapa hari mendatang.
Untuk pengalaman politiknya, Safar sudah kenyang dengan hal ini. Pengalaman hampir empat dasawarsa di dunia politik tentunya membuat ia memiliki pandangan yang luas dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Lalu bagaimana dengan wakilnya, Rizki Kurniawan Nakasri? Nama Rizki memang masih baru dalam percaturan politik Lima Puluh Kota, apalagi Sumatera Barat. Namun nama ini bukanlah nama baru di dunia bisnis.
AET Tour and Travel yang dipimpinnya beberapa tahun lalu adalah salah satu agen perjalanan yang cukup bersaing di nasional dan internasional. Agen perjalanan ini cukup membuat nama Rizki dikenal baik di masyarakat. Namun apa yang membuat pemuda 32 tahun ini terjun ke dunia politik dan pemerintahan?
Eko Wahyudi, sahabat karib Rizki mengisahkan, majunya ia dalam Pilkada 2020 kemarin tak lain karena pesan dari mendiang sang ayah. “Ayah Rizki pernah menginginkannya menjadi bupati. Itu jadi cita-cita ayahnya saat masih hidup,” kata Eko saat dihubungi, Rabu, 24 Februari 2021.
Sikap Kepemimpinan sejak kecil
Namun jika dilihat, itu bukan semata-mata jadi alasan untuk maju dalam pemilihan kemarin. “Rizki kecil sudah menujukkan sikap kepemimpinannya. Hal ini terlihat dari salah satu pengalaman saya bersamanya. Waktu kecil (saat usia 7 tahun) kami sering menangkap ikan di sungai untuk dijual. Kemudian uangnya digunakan untuk jajan sendiri, sehingga tidak lagi meminta kepada orang tua. Saat kegiatan itu, dia yang mengajak untuk melakukan itu,” kenangnya.
Selain menunjukkan sikap kepemimpinan saat kecil, Rizki juga anak yang dikaruniai kecerdasan oleh Allah SWT.
“Rizki kecil sudah pintar, mudah bergaul dan patuh kepada orang tua. Sikap kepemimpinan mulai kental terlihat saat ia kuliah di Universitas Andalas Padang. Waktu kuliah ia masuk banyak organisasi, sehingga jiwa dan sikap kepemimpinan itu terasah dengan baik,” jelasnya.
Pria kelahiran Gurun, Kecamatan Harau Limapuluh Kota ini juga aktif di berbagai organisasi keislaman, seperti Forum Studi Islam, MMI, dll. “Rizki sangat taat menjalankan agama di masa kecil, sehingga tak heran jika masa kuliah hingga hari ini, pondasi agam yang sudah ada di dalam diri masih menguat hingga sekarang,” jelasnya.
Mengapa Langsung Jadi Wakil Bupati?
Pertanyaan itu sering sekali diterima Rizki saat akan mencalonkan diri di Pilkada 2020. Pertanyaan itu juga meragukan sebagian kalangan karena tak memiliki pengalaman. Namun Rizki memiliki jawaban tersendiri perihal keraguan itu.
“Prinsipnya jika bisa memulai dari atas, mengapa dari bawah,” jawab Eko mencontohkan perkataan Rizki.
Tak dipungkiri Eko, saat kampanye pihak yang meragukan hal itu, namun dengan kesungguhan dan semangat Rizki, ia bisa meyakinkan masyarakat untuk bersama membangun Kabupaten Lima Puluh Kota.
Eko menuturkan, dengan latar belakang pengusaha yang dimiliki oleh Rizki, maka pasangan terpilih ini nantinya bisa mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan makmur.
“Rizki berniat mengembangkan wisata alam Lima Puluh Kota menjadi lokasi yang akan dikunjungi orang berulang-ulang. Orang akan balik lagi kesini. Ini yang menjadi keinginannya,” jelas Eko.
Selain itu, dengan usianya yang masih muda, tentunya ia akan lebih merangkul anak muda Lima Puluh Kota dalam mewujudkan inovasi dan kreativitas mereka.
“Targetnya dengan latar belakang pebisnis, Kabupaten Lima Puluh Kota ada inovasi tertampung, kreativitas tertampung, sehingga tak selalu berharap jadi PNS. Karena dengan berwirausaha, hidup kita juga lebih matang dan menjanjinjkan,” tuturnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


