KATASUMBAR – Rumah makan Minang adalah restoran yang digemari oleh banyak orang di Tanah Air. Lahir di Sumatera Barat, restoran ini kini menjamur di banyak daerah.
Rumah makan Minang atau yang akrab disebut Restoran Padang adalah tempat yang menyajikan aneka kuliner khas Minangkabau.
Mulai dari Rendang, Dendeng Batokok, Gulai Gajeboh dan masih banyak lainnya. Semua menu yang ada di Restoran Padang adalah favorit, begitu faktanya.
Namun di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, ada satu Restoran Padang yang berbeda. Namanya Rumah Makan (RM) Kampuang Minang.
Terletak di Jalan K.H Mas Mannsyur Nomor 16, Gang Mess Dalam Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, restoran ini tidak menyediakan menunya di etalase-seperti kebanyakan.
Secara khusus, pemilik restoran, Hendri menerapkan konsep yang berbeda di restoran yang ia kelola sejak tahun 2014 silam.
“Jika biasanya makanan ditaruh dalam etalase, kami tidak. Semua makanan yang dipesan sifatnya dihidangkan pada pengunjung,” katanya.
Secara prinsip tidak ada yang berbeda dari sisi penyajian, hanya saja di restoran ini pengunjung tidak bisa memilih makanan dari etalase, semua dipilih lewat menu yang tersedia.
“Semua makanan yang dipesan, kami masak dulu. Jadi pengunjung bisa menikmati makanan hangat,” ujar Hendri.
Konsep ini diterapkan sama dengan kafe, dimana pengunjung harus memilih makanan yang disantap lewat daftar menu.
Tidak hanya dari penyajian, Hendri membangun usahanya tersebut dengan filosofi yang berbeda dimana sebagai pemilik, ia enggan restoran itu dikotakkan berdasarkan asal.
“Biasanya di setiap rumah makan, pasti akan ada pertanyaan ini asalnya dari mana. Nah, saya tidak ingin mendengar pertanyaan itu,” tutur dia.
“Saya tidak ingin ada pengotakan Minang berdasarkan daerah asal. Jadi setiap perantau rindu masakan khas kampung, bisa kesini,” imbuhnya.
“Ibarat sebuah Masjid, ketika hendak beribadah tidak ada orang yang bertanya itu Masjid dari Islam yang mana dan lain-lain,” tambah Hendri kemudian.
Wadah Perkumpulan
Secara prinsip, Hendri ingin menjadikan RM Kampuang Minang sebagai wadah berkumpulnya perantau. Jadi usahanya itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan saja.
“Kalau Cina ada Kampung Cina, Jawa ada Kampung Jawa, di saya ada Kampung Minang. Perantau bisa berkumpul disini,” papar dia.
“Tujuan saya bangun usaha ini bukan uang, tapi ingin membuat Minang ini dilihat secara luas tanpa pengotakan berdasarkan daerah asal,” tambah Hendri.
Di RM Kampuang Minang ini, Hendri menyajikan banyak makanan khas seperti Ikan Bakar, Dendeng Batokok, Rendang, Talua Barendo, dan masih banyak lainnya.
“Selain makanan, di masa depan nanti kami ingin semua produk khas Sumatera Barat ada disini. Jadi RM Kampuang Minang juga terbuka untuk UMKM,” katanya.
Pengunjung atau perantau yang melepas lapar di RM Kampuang Minang, sebut Hendri juga bisa menikmati tembang khas Sumatera Barat yang dimainkan langsung oleh penyanyi Minang.
Selain itu, kala malam, Hendri juga kerap menyediakan arena permainan Domino dan Kim.
“Niatnya adalah untuk mengumpulkan orang Minang. Sebenarnya tidak susah, cukup dengan Domino, Kim dan lainnya,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
