KATASUMBAR – Relawan Ganjar-Mahfud untuk Sumatera Barat (Ragusa) menyoroti isu dugaan penistaan agama, yang baru-baru ini jadi pembicaraan.

Adapun isu tersebut salah satunya candaan gerakan ibadan salat, dan akronim nama salah satu kandidat Capres-Cawapres.

Koordinator Ragusa Sumbar, Muhammad Jamil bahkan menyinggung langsung aksi yang dilakukan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Bagi dia, candaan tersebut tidak pantas.

“Candaan yang berkaitan dengan ibadah shalat merupakan hal yang juga tidak etis dilakukan oleh siapapun, apalagi dari seorang pimpinan partai.”

“Ada dugaan penistaan agama dalam candaan ketika mengkampanyekan pasangan tersebut,” katanya dalam sebuah keterangan resmi.

Ia menyebut, kemunculan hal seperti demikian, adalah dampak buruk dari praktek politik dinasti, yang tergambar dalam putusan Mahkamah Konstitusi soal batas umur Capres-Cawapres.

“Dampak dari politik dinasti semakin buruk terhadap preseden demokrasi yang kita banggakan,” ujar Jamil.

Diketahui, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud sebelumnya menyebut guyonan Zulhas bukan merupakan penistaan.

Dalam video itu yang beredar di media sosial, Zulhas mengatakan sejumlah orang tak lagi mengucapkan “aamiin” ketika imam salat selesai membaca Al-Fatihah.

Marsudi mengatakan, guyonan serupa pernah disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, dan Anies Baswedan.

“Sesungguhnya ger-geran (guyonan) ini sudah ada dari UAS, UAH, Anies,” kata Marsudi.

Menurut Marsudi, tokoh-tokoh sekaliber UAS, UAH, Anies, dan Zulhas merupakan tokoh dengan latar belakang muslim taat. Dia mengatakan mereka tidak mungkin melecehkan agama atau melecehkan mazhab.

“Sebuah ucapan tergantung niat yang mengucapkannya,” ucapnya.

Namun, Marsudi mengatakandiskusi yang ramai di media sosial tentang guyonan Zulhas telah berubah dari guyonan menjadi keributan.

“Sesungguhnya ini kalau saya lihat dari ger-geran (guyonan) menjadi gegeran (ribut),” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.