KATASUMBAR – Relawan pendukung kandidat Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar-Mahfud di Sumbar menyentil Presiden Jokowi.

Sentilan yang disampaikan oleh kelompok Relawan Ganjar-Mahfud untuk Sumatera Barat (Ragusa) itu terkait pernyataan Jokowi soal presiden boleh memihak pada satu paslon kandidat.

Menurut Koordinator Ragusa, Muhammad Jamil, pernyataan Jokowi itu melukai rakyat, pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang meloloskan anaknya, Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.

“Baru saja luka rakyat akan ketidakadilan yang dipertontonkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi No. 90.”

“Sekarang malah terang-terangan mendukung pasangan calon presiden yang notabene anaknya sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, saat putusan MK yang meloloskan Gibran untuk jadi Cawapres Prabowo Subianto, publik sudah mulai tidak percaya dengan pemerintahan.

Kini sebutnya, Jokowi kembali menunjukkan otoriterian baru dalam kekuasaan yang sesungguhnya dititipkan oleh rakyat.

“Negara hukum yang dicita-citakan selama ini dalam beberapa detik berubah menjadi negara kekuasaan,” jelas dia.

Jamil menilai, pernyataan Jokowi tersebut bukan soal aturan yang berlaku, tapi merupakan persoalan etika dan moral seorang pemimpin.

“Rakyat mengharapkan presiden menjadi seorang negarawan yang mementingkan rakyatnya.”

“Ketimbang kepentingan segolongan orang apalagi kepentingan keluarganya,” tuturnya.

Presiden Boleh Memihak

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan seorang presiden boleh memihak dan berkampanye dalam pemilihan presiden (pilpres).

Selama mengikuti aturan waktu kampanye dan tidak menggunakan fasilitas negara.

Pernyataan Jokowi itu merespons kritik terhadap menteri-menteri yang berkampanye dalam Pilpres 2024. Menurut Jokowi, hal itu tidak melanggar.

“Presiden itu boleh loh kampanye. Presiden itu boleh loh memihak. Boleh.”

“Tetapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” katanya.

Jokowi mengatakan presiden tak hanya pejabat publik, tapi juga berstatus pejabat politik.

Saat ditanya apakah memihak dalam Pilpres 2024, Jokowi malah bercanda. Dia bertanya balik ke wartawan.

“Itu yang saya mau tanya, memihak ndak?” ucap Jokowi terkekeh.

“Itu (berkampanye) boleh. Memihak juga boleh. Tapi kan dilakukan atau tidak dilakukan itu terserah individu masing-masing,” ujarnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.