KATASUMBAR– Pihak Rektorat Kampus UIN IB Padang membantah soal tudingan dugaan korupsi yang disuarakan mahasiswa dalam aksi, Rabu 15 November 2023
Wakil Rektor II UIN Padang, Testru Hendra mengatakan, soal dugaan korupsi dalam pembangunan kampus III di Sungai Bangek tersebut adalah tidak benar.
Menurutnya, dalam proses pembangunan itu, pihak kampus sudah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Selain BPK, menurutnya, dalam pembangunan itu pihak Kampus juga didampingi pihak Kejaksaan Tinggi dan pihak teknisi dari Pekerjaan Umum Pemerintah.
Selain itu, juga ada pihak eksternal dari pengawas dan konsultan dari pembangunan.
“Sebenarnya pengawasan sudah berlapis, kalau benar ada indikasi itu sudah jauh-jauh hari ditindak. Cuma karena banyak orang ada yang suka, dan yang tidak suka (isu tersebut bergulir),” terangnya.
Lanjutnya, terkait hal tersebut, pihak meminta para mahasiswa untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak berdasar.
Karena menurutnya, jika hal tersebut benar terjadi dan terbukti, biarkan saja penegakan hukum yang menindaknya.
“Kami minta kepada mahasiswa untuk tidak percaya, karena ada pihak-pihaknya menggoreng dan tidak percaya dengan berita-berita yang tidak ada dasarnya itu,” terangnya.
Mahasiswa UIN B Padang Demo Dugaan Korupsi di Kampus
Sebelumnya, mahasiswa UIN IB Padang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus menggelar aksi di depan rektorat, Rabu 15 November 2023.
Gabungan puluhan mahasiswa Kampus UIN IB Padang ini, menyuarakan penyelesaian desas-desus dan gonjang-ganjing dugaan korupsi yang menyeret pembangunan kampus III.
Selain persoalan dugaan korupsi, mereka juga menyuarakan soal tata kelola kampus yang saat ini dinilai amburadul, karena belum sampai setahun fasilitasnya dipakai sudah rusak.
Koordinator Lapangan Aksi, Mardian Susanto mengungkapkan, hal tersebut adalah merupakan keresahan yang dirasakan mahasiswa saat ini.
Menurutnya, pihak rektorat tidak bisa bungkam terhadap persoalan yang terjadi, dan harus menjelaskan kebenaran isu yang sudah meresahkan warga kampus.
“Makanya kami melakukan aksi untuk mempertanyakan langsung kepada rektor, karena kami tidak mau ada yang ditutupi nantinya, benar atau tidaknya dugaan tersebut tentu rektor yang bisa menjawab sebagai pimpinan kampus,” ujarnya.
Sementara, salah satu orator aksi, Mulya Hidayat menyebut, bahwa UIN IB Padang saat ini tidak sedang dalam baik-baik saja.
Menurutnya, berbagai persoalan sedang menyeret nama kampus menjadi tidak baik hari ini. Karena perkiraan September 2023 lalu, penegak hukum dari Kejaksaan Negeri Padang masuk ke dalam kampus.
“Namun sampai hari ini kami belum mendapatkan informasi bagaimana kelanjutannya. Begitupun dengan pihak kampus yang belum mengeluarkan statemen atas kedatangan intel dari kejaksaan tersebut,” jelasnya.
Lanjutnya, atas dasar tersebut mereka melakukan aksi, dan menunjukkan kekritisan sebagai mahasiswa yang cinta terhadap kampus.
“Ya kalau tidak kita siapa lagi yang akan menyuarakan keresahan ini. Kita setiap semesternya bayar UKT sebagai kewajiban tentu ada hak yang kita dapatkan. Apakah itu fasilitas yang layak,” terangnya.
Terlihat mahasiswa kampus UIN IB Padang ini, dikawal sejumlah aparat dari kepolisian. Dalam aksi mahasiswa disambut oleh Wakil Rektor II UIN IB Padang, Testru Hendra.
Aksi mahasiswa ini berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

