KATASUMBAR – Pemerintah Kota Padang telah memberlakukan rekayasa lalulintas untuk mengatasi kemacetan di Pasar Raya Padang.

Pemberlakukan rekayasa lalulintas terbaru ini untuk menata jalur kendaraan di depan bangunan pasar.

Adapun dengan sistem baru ini, pemerintah menamakannya dengan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL).

Bentuk rekayasa tersebut adalah dengan memasang road barrier di depan eks Bioskop Mulia (kini Trend Shop).

Dengan adanya pemisahan lajur tersebut, akses dari depan Pasar Raya ke Jalan Permindo terbagi menjadi dua lajur.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Syani mengatakan, lajur kiri khusus untuk kendaraan pribadi.

Sedangkan lajur kanan dikhususkan untuk angkutan umum yang melintas di kawasan itu.

Pengendara yang melalui kawasan Pasar Raya pun diminta tertib. Jika pengendara salah ambil jalur, maka harus siap terima konsekuensinya.

“Jika salah masuk, siap-siap saja diklakson oleh kendaraan lain.”

“Tujuannya untuk mencegah kepadatan kendaraan dan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan persimpangan tersebut,” kata Yudi.

Keputusan Pemko Padang untuk membuat rekayasa lalulintas ini pun disambut sopir angkutan umum.

Sejumlah sopir mengaku bahwa selama ini aktifitas mereka terganggu dengan kondisi lalulintas yang semerawut.

Jadi memang perlu penataan, agar lebih baik.

Rekayasa Lalin Bikin Sopir Angkot Senang

Bagaimana tidak, rekayasa ini membuat para sopir angkot tak lagi terganggu dengan adanya laju kendaraan pribadi.

Salah seorang sopir angkot tujuan Limau Manis, Nanda (32) mengaku dirinya senang, dengan adanya pemisahan dia bebas ngetem.

“Kalau begini kan bagus. Kita tak perlu lagi terganggu dengan kendaraan pribadi dari belakang. Bisa ngetem bebas,” katanya.

Menurut dia, harusnya sistem tersebut diberlakukan dari dulu, agar kemacetan tak jadi momok yang berulang.

“Kenapa tidak dari dulu dibuat seperti ini? Kalau bisa sampai ujung Permindo sana dibuat pemisah.”

“Biar lalulintasnya lancar. Biasanya kami ini yang selalu disebut sebagai biang kemacetan. Sedangkan kami hanya cari makan,” papar dia.

Sopir angkot lain, Wanda Rahman (28) juga mengungkapkan hal demikian.

Bagi dia, pemisahan lajur adalah salah satu solusi yang masuk akal, dan akan lebih baik lagi jika sarananya dipermanenkan.

“Jangan buat sementara aja. Kalau bisa selamanya begini, biar kita sama-sama enak.”

“Masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman, kita juga enak cari uang,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.