KATASUMBAR – Negosiasi antara pihak kepolisian resor Sijunjung dengan warga Nagari Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung yang menutup jalan lintas Sumatera berlangsung panas, Senin (9/8) malam.

Warga menutup akses jalan lintas lantaran tidak terima dengan penangkapan 6 orang warga yang diduga sebagai pelaku pemalakan, pemukulan serta premanisme terhadap supir truk di daerah itu beberapa waktu yang lalu.

Menurut informasi yang diterima Katasumbar, Polisi mencoba membujuk warga agar segera membuka akses jalan, namun warga yang tidak senang juga mendesak 6 orang pelaku tersebut juga dibebaskan.

Panasnya situasi negosiasi terekam dalam sebuah video yang diterima Katasumbar dari media sosial Instagram. Dalam video berdurasi 5 menit 27 detik itu, selain mendesak petugas kepolisian, warga juga melontarkan ancaman.

“Kami siap berperang, bapak punya senjata kami juga punya senjata. Kalau tidak dibebaskan, jalan ini akan terus ditutup,” kata warga yang terekam dalam video tersebut.

Tidak jelas jumlah warga yang menutup jalan itu, sebab dalam video tidak terlihat situasi yang lebih rinci karena minimnya pencahayaan. Namun, setiap percakapan antara warga dan polisi terdengar jelas.

“Lepaskan dulu yang ditangkap, baru ini (jalan) dibuka,” ujar warga kemudian. Warga pun terdengar menyampaikan desakan itu pada polisi sambil beteriak-teriak.

Sementara polisi yang berada di lokasi mencoba meredam amarah warga dengan cara persuasif.

Cek videonya disini

Katasumbar sudah berusaha untuk mengkonfirmasi kejadian ini pada Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Abduk Kadir Jailani, namun hingga kini ia belum memberikan tanggapan sambungan telepon dari Katasumbar.

Sebelumnya diketahui, kemacetan di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung mengular sejauh 6 kilometer.

Menurut informasi yang dihimpun dari pengendara yang saat ini terjebak di Tanjung Lolo, pengendara yang datang dari arah Dharmasraya maupun dari arah Solok tidak bisa bergerak sama sekali.

“Saya sudah 4 jam disini, sama sekali tidak bergerak,” kata salah seorang pengendara, Fauzi pada Katasumbar, Senin (9/8) malam.

Kemacetan di daerah itu menurut Fauzi, tidak hanya disebabkan oleh perbaikan jalan. Namun situasi di Tanjung Lolo juga diperparah pasca penangkapan 6 orang pelaku pemalakan oleh Polres Sijunjung sore tadi.

“Tadi saya dapat kabar, warga disini tidak terima dengan penangkapan itu sehingga mereka menutup akses jalan. Begitu informasinya,” sebut dia.

Dalam pengamatan Fauzi, tidak banyak polisi yang berjaga di lokasi kemacetan.

“Polisi mungkin banyak di lokasi penangkapan tadi. Sekarang saya dan pengendara lainnya hanya bisa menunggu sampai negosiasi antara polisi dan warga yang protes menemukan titik terang,” papar dia.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.