KATASUMBAR – Masyarakat Adat Kurai yang merupakan penduduk asli Bukittinggi, menggelar orasi demi menolak keras aktivitas LGBT di wilayah mereka.
Orasi dilakukan di Jam Gadang dengan membentangkan spanduk penolakan yang sudah ditandatangani.
Ketua Harian Parik Paga Nagari Kurai, Taufik Datuak Nan Laweh bahkan mengatakan pihaknya siap melakukan aksi sweeping.
“Kami siap untuk sweeping atau razia di kos-kosan dan kontrakan yang dicurigai menjadi lokasi aktivitas LGBT,” kata Datuak Nan Laweh.
Taufik menyatakan kekecewaannya terhadap maraknya aktivitas LGBT yang terungkap belakangan ini.
“Ini jelas merusak citra Bukittinggi, apalagi Bukittinggi disebut sebagai kota kedua terbanyak kasus LGBT di Sumbar,”ungkap Taufik.
Dari sejumlah kasus yang terjadi, para pelaku kebanyakan berasal dari luar daerah dan menjadikan Bukittinggi sebagai lokasi transaksi.
“Kita tentu tak bisa membiarkan, pelaku maksiat ini berasal dari daerah lain dan menjadikan Bukittinggi sebagai tempat transaksi,” ungkapnya.
Masyarakat adat meminta pemerintah melakukan sanksi tegas kepada pelaku melalui Perda anti maksiat dan ini mesti disegerakan.
“Jangan biarkan mereka bebas di Bukittinggi. Kita harus mewaspadai para pelaku maksiat ini agar terhindar dari bencana. Kita juga harap pemilik kos atau kontrakan lebih selektif lagi,” harapnya.
Selain tokoh adat, orasi ini juga dihadiri tokoh agama, bundo kanduang dan pemuda Kurai.
Sebelumnya, Satpol PP Bukittinggi berhasil mengungkap sejumlah kasus LGBT yang modusnya lewat aplikasi online.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


