KATASUMBAR- Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai menekan pelaku usaha tempe di Indonesia, tidak terkecuali Kota Padang, Sumatera Barat. Kenaikan kurs dolar memicu lonjakan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksi tempe.
Salah seorang perajin tempe di kawasan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Dariani, mengaku harga kedelai impor saat ini mencapai Rp550 ribu hingga Rp560 ribu per karung ukuran 50 kilogram. Padahal, sekitar dua bulan lalu harga kedelai masih berada di kisaran Rp400 ribu hingga Rp450 ribu per karung.
“Naiknya dalam dua bulan terakhir cukup terasa. Harga kedelai sekarang sudah Rp550 ribu sampai Rp560 ribu per karung,” ungkap Dariani, Selasa (19/5/2026), di pabriknya.
Selain kedelai, kenaikan biaya produksi juga dipicu naiknya harga plastik kemasan. Saat ini harga plastik mencapai Rp50 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Meski biaya produksi meningkat, Dariani mengaku belum menaikkan harga jual tempe karena khawatir daya beli masyarakat menurun dan memengaruhi penjualan.
“Penjualan masih tetap, tapi kami susah menaikkan harga karena daya beli masyarakat turun,” terangnya.
Usaha tempe milik Dariani yang telah berdiri sejak era 1980-an itu masih mempertahankan kapasitas produksi sekitar 200 kilogram per hari.
Meski, kondisi tersebut, Ia juga memastikan tidak ada pengurangan tenaga kerja karena sebagian besar pekerja merupakan anggota keluarga sendiri.
“Alhamdulillah, karena usaha keluarga, kami tidak ada pengurangan pekerja,” jelasnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada Rabu (20/5/2026) berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga kedelai impor yang masih mendominasi kebutuhan pasar nasional.
Ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor membuat industri tempe dan tahu rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas global.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


