KATASUMBAR – Restoran atau yang biasa dikenal dengan sebutan Rumah Makan Padang ini mungkin jadi salah satu produk kuliner yang bisa ditemukan di banyak tempat.
Berawal dari budaya merantau Urang Minang, restoran Padang kini bisa menjangkau banyak daerah di tanah air, bahkan dunia.
Budaya itu pula kemudian yang membuat masakan khas Minangkabau ini jadi digemari oleh banyak orang. Salah satunya adalah Rendang.
Tidak hanya sekedar digemari, makanan olahan daging Sapi yang dikenal banyak orang dari rumah makan Padang ini pun sempat menjadi makanan terlezat di dunia versi CNN.
Filosofi demikian lah yang diterapkan oleh Rumah Makan Restu Mande.
Sebuah restoran Padang yang terletak di Jalan Cisokan, Kota Bandung, Jawa Barat.
Rumah makan ini bukan sekedar restoran Padang biasa.
Sebab selain menyajikan makanan khas Minangkabau di atas meja, restoran ini juga memproduksi produk Rendang yang pasarnya bahkan sudah mendunia.
RM Restu Mande sendiri adalah produk turun menurun dari seorang Amril, pria asal Padang.
Ia mendapat ilmu membangun usaha kuliner dari Ibunda dan Pamannya di Sumatera Barat.
Lahirnya Restu Mande
Bermodal pengalaman sebagai tukang bersih-bersih alias cleaning service di rumah makan ketika muda, Amril pun membangun produk RM Restu Mande benar-benar mendunia.
Ketika awal menjalani usaha ini, RM Restu Mande dibanjiri pesanan Rendang dari wisatawan atau bahkan warga lokal Bandung.
Kisah ini diamini oleh istri Amril, Nenden Rospiyani. Nenden bercerita pada Detik.
Saat itu yang paling banyak memesan Rendangnya adalah jamaah haji atau WNI yang ingin berlibur ke luar negeri.
“Banyak orang (pelanggan) yang ingin bawa bekal rendang ke ibadah haji dan umrah juga dibawa bepergian ke luar negeri,” kata Nenden.
Jadilah bermula dari tingginya permintaan tersebut, Amril pun terfikir cara untuk membuat Rendang ala RM Restu Mande yang bisa tahan 8 hingga 12 bulan.
“Semua dimulai dari permintaan pelanggan dengan jumlah besar.”
“Pelancong juga bisa membawa makanan Sumatera Barat kemanapun mereka pergi,” begitu kisah Amril seperti dikutip dari laman resmi Restu Mande.
Demi mengimbangi permintaan tersebut, Amril pun membuat inovasi untuk menghasilkan Rendang yang sudah jadi.
“Kami menggunakan teknologi uap dan vakum untuk membuat produk kami memiliki umur simpan yang lama (8-12 bulan),” demikian yang dituliskan dalam laman resmi tersebut.
Teknologi demikian pun bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Sebab ternyata inovasi itu pula yang mengimajinasi Amril untuk menghasilkan produk makanan instan khas Sumbar lainnya tahun 2016 silam.
Namun pada faktanya, tambah Nenden, usahanya tersebut tidak melulu mulus. Perlahan Restu Mande menemukan banyak masalah.
Nenden bercerita bahwa masalah yang dihadapi usahanya bersama Amril yakni sulitnya menentukan pasar yang tepat.
Tidak hanya itu, masalah lainnya adalah bagaimana mendapatkan kepercayaan dari masyarakat bahwa produk yang dijual aman.
Walaupun begitu, ia bersama tim terus mencoba untuk melakukan berbagai hal agar pasar mau menerima inovasinya yakni rendang kemasan.
“Dukanya itu, jualan benarnya di mana, sulit menemukan pangsa pasar yang tepat. Contoh waktu itu saya jual di toko oleh-oleh tidak laku.”
“Saya coba masuk ke ritel juga banyak yang nolak.”
“Mereka lebih suka makanan yang segar bukan kemasan. 5 tahun pertama itu memang sulit bergerak,” katanya.
Padahal bahan-bahan yang digunakan Amril dan Nenden untuk mengolah produk makanan instan ini pun aman.
Hal itu dibuktikan dengan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) untuk RM Restu Mande.
Sertifikat itu menegaskan bahwa Restu Mande bebas dari pengawet buatan dan bahaya kimia lainnya.
Raih Penghargaan
Nenden pun belajar banyak arti pentingnya untuk bersabar dan terus mencoba hal baru agar apa yang diinginkan segera tercapai.
Selama lima tahun itu pula, ia mencoba menganalisis untuk memecahkan permasalahannya tersebut.
Dari analisis itulah muncul sebuah gagasan untuk menguji produknya secara ilmiah.
Akhirnya, Nenden memutuskan untuk membuat sertifikat ISO (International Organization for Standardization).
Gagasan tersebut lalu direalisasikan dengan mengikuti beragam ketentuan agar sertifikat tersebut bisa didapatkan.
Hal serupa juga dijalankan oleh Nenden untuk mendapatkan sertifikat lainnya yang dikeluarkan oleh lembaga ternama.
“Kita dibantu untuk membuat ISO jadi secara struktur membuat dokumentasi pembukuan, manajemennya tertata.”
“Akhirnya, lambat laun orang-orang makin percaya dengan kami karena mempunyai sertifikat,” jelas Nenden.
Menurutnya beragam sertifikat yang didapatkan dari lembaga ternama membuat kepercayaan masyarakat terhadap produknya juga semakin meningkat.
Imbasnya, orderan rendang atau makanan khas Padang kemasan pun mengalami peningkatan.
Inovasi-inovasi yang diciptakan Amril kini berhasil mengantarkan Restu Mande memperoleh banyak penghargaan, beberapa di antaranya adalah UKM WOW 2015.
Kemudian Penghargaan UKM Pangan dari Kementerian Perdagangan RI Tahun 2016 dan 2017, Kuliner UKM Terbaik Blibli Galeri Indonesia, 2020 dan 2nd Best UMKM Export, Brillianpreneur 2020.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

