KATASUMBAR – Dokter paru terkenal di Bukittinggi, dr.Deddy Herman mengingatkan bahaya abu vulkanik bila terhirup manusia.
Seperti diketahui, saat ini Gunung Marapi Sumbar mengalami masa erupsi yang terjadi sejak Minggu 3 Desember 2023.
Masa erupsi yang panjang membuat sejumlah wilayah di sekitar gunung, berkali-kali terkena hujan abu, kondisi ini jelas beresiko bagi kesehatan.
“Abu vulkanik bisa mengandung material berupa silika, asbes, hingga sulfat. Semakin banyak terhirup, resikonya makin besar bagi kesehatan,” jelas Deddy Herman dikutip Kamis 28 Desember 2023.
Pahlawan Covid-19 itu mengatakan salah satu resiko terburuk yang bisa dialami adalah kecacatan paru-paru.
Dia mengatakan penting sekali untuk menjaga kesehatan dengan tetap di rumah selama terjadi hujan abu.
“Sebaiknya tetap di rumah, tutup pintu dan jendela. Kemudian di celah-celah udara tutup dengan kain basah,” ujarnya.
Jika terpaksa berada di luar saat terjadi hujan abu, misalnya di mobil, maka wajib menghidupkan AC dan menutup kaca, lalu pakai masker.
Sementara jika berada di atas motor, dr.Deddy meminta pengendara memakai helm untuk melindungi kepala dan menggunakan masker N95.
“Bukan masker bedah, tapi masker N95. Jika terjadi turun abu vulkanik disertai hujan, juga bisa menimbulkan iritasi pada kulit. Khusus anak-anak, sebaiknya tetap di rumah saja,” jelasnya.
Hingga Kamis pagi ini, gunung setinggi 2891 mdpl itu telah meletus lebih dari 100 kali dan hembusan sejumlah 523 kali.
SIMAK PENJELASAN dr DEDDY DI SINI
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


