KATASUMBAR – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Barat (Sumbar) Lila Yanwar membantah terjadi penumpukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita di gudang.

Menurut Lila, makanan tambahan tersebut memang dipersiapkan untuk tahun 2023 dan 2024.

“Itu memang buffer stock, kenapa dibilang buffer stock karena di awal barangnya datang pengadaan itu akhir Desember 2022 kemudian pada Januari 2023 langsung kita drop ke kabupaten,” katanya saat ditemui wartawan, Jumat (28/7/2023).

Lila menambahkan, dalam pengiriman tersebut PMT dikirim hampir setengahnya. “Artinya masing masing kabupaten kota telah menerima setengahnya dari kuota PMT,” ujarnya.

Lila melanjutkan, kemudian kabupaten dan kota mendistribusikan kepada sasaran bagi ibu hamil yang kekurangan energi kalori.

“Nanti kita akan pantau pelaporannya, biasanya pada Mei dan Juni sudah mulai ada penambahan-penambahan,” kata dia.

Masih kata Lila, kabupaten dan kota yang meminta tambahan PMT tersebut, ada yang mengambil ke gudang dan ada pula yang diantar sambil mengantarkan obat,” ujarnya.

“Memang sisanya itu buffer stock untuk sampai tahun 2024. Jadi itu memang sudah sesuai tahapan kalau di drop semua kabupaten kota malah tidak punya tempat (gudang),” sambungnya.

Lila menyebutkan, pada tahun 2022 Dinkes Sumbar mendapatkan rencana anggaran sebesar Rp 12 miliar dari APBN.

“Sekarang tahap pertama sudah malam menipis dan ini sudah berproses pengirimannya, ada beberapa daerah yang mengambil hari ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar pesan berantai disertai foto di grup WhatsApp yang memperlihatkan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita menumpuk di sebuah gudang.

Pesan berantai tersebut beredar sejak Rabu (26/5/2023) kemarin. Pesan berantai ditujukan kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi.

“Ya Allah.. Pak Gub, angka stunting Sumbar masih tinggi 25% lebih di 2022. Namun, pengadaan makan tambahan untuk mengurangi stunting tahun 2022 lalu, hingga mau masuk semester II tahun 2023 masih menumpuk di gudang. Mohon seriuslah kita melaksanakan tanggungjawab kekuasaan ini ya Yth. Pak Gubernur,” bunyi pesan yang beredar tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Lila Yanwar mengatakan, stok makanan tambahan balita dan ibu hamil tersebut itu untuk dibagikan sepanjang tahun 2023 secara bertahap.

Menurutnya, makanan tambahan tersebut disimpan di gudang karena memang kabupaten sab kota tidak memiliki gudang yang memadai

“Penyaluran PTM balita dan bumil saat ini sudah di atas 70 persen. Expire Date PMT sampai tahun 2024,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/7/2023).

Ia melanjutkan, makanan tambahan balita dan bumil tersebut masuk gudang pada akhir tahun 2022.

“Ini sebagai pengganti pengadaan yang dibatalkan atau tarik salur dana APBN tahun 2022,” kata dia.

Sementara, jumah PMT Balita yang sudah tersalurkan 81,56 persen atau sesuai target. Sedangkan PMT Bumil yang disalurkan 67.95 persen.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.