KATASUMBAR – Fahmi Suwata (28), pengusaha asal Sumbar berhasil meraup cuan dengan mengekspor Lato-lato ke Malaysia.
Diketahui, Lato-lato merupakan permainan dua bola clakers (bola keras berbahan plastik) seukuran bakso yang digantung oleh dua utas tali.
Cara memainkannya adalah dengan mengayunkan tali itu sehingga dua bola berbenturan dan mengeluarkan suara ketukan. Selain itu, tidak mudah pula untuk mempertahankannya.
Meski nampak mudah, permainan ini butuh keahlian dan konsentrasi tinggi untuk mempertemukan kedua bola plastik tersebut
Boomingnya permainan lato-lato di Indonesia juga berdampak di Malaysia. Hal ini mendatangkan ide bisnis cemerlang oleh Fahmi Suwata.
Fahmi Suwata menjelaskan, ide ekspor Lato-lato dikarenakan relasinya meminta untuk memenuhi kebutuhan Lato-lato ke Malaysia.
Gayung bersambut, Fahmi Suwata mencari Lato-lato dari agen yang ada di Padang hingga ke Bukittinggi.
“Awalnya saya mengirim 785 kg Lato-lato ke Malaysia. Hingga saat ini saya telah melakukan 4 kali pengiriman Lato-lato ke Malaysia dengan jumlah 4,5 ton,” katanya di Padang, Rabu (1/2/2023).
Fahmi melanjutkan, dalam mengumpulkan Lato-lato yang dikirim ke Malaysia, dirinya tidak sendiri.
Ia mengakui, mempekerjakan beberapa orang dalam mengumpulkan Lato-lato sebelum dilakukan ekspor ke Malaysia.
“Saya melibatkan beberapa orang kawan yang menganggur untuk mengumpulkan Lato-lato ini. Alhasil usaha ini cukup mendatangkan penghasilan bagi kawan-kawan yang belum memilik penghasilan tetap,” jelasnya.
Fahmi mengakui, pada saat ini penghasilan dari ekspor Lato-lato ini mencapai puluhan juta rupiah.
“Omset dari pengiriman Lato-lato mencapai puluhan juta rupiah,” tambahnya.
Fahmi berharap, generasi muda mendapatkan peluang dari bisnis yang booming pada saat ini.
“Saya berharap, generasi muda bisa mendapatkan peluang dari usaha yang sedang booming saat ini,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bea Cukai Teluk Bayur Indra Sucahyo. Ia mengatakan, sebanyak ratusan kilogram mainan itu dikirim melalui Bandara Internasional Minangkabau ke Malaysia.
“Total ada 40 karung permainan Lato-Lato yang dikirim ke negeri Jiran,” katanya.
Ia menjelaskan, aktifitas ekspor ini diketahui dari data Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Proses pengirimannya pun sudah dimulai sejak Selasa (24/1) lalu.
Dengan adanya aktifitas demikian, Indra pun berharap ekspor lato-lato tersebut bisa memicu masyarakat Sumbar, untuk bersaing di pasar internasional.
Apalagi, kata dia, saat ini permainan itu sedang ramai peminat, sehingga pangsa pasarnya cukup luas.
Tingginya angka ekspor ke Malaysia membuktikan bahwa minat dari warga negara tetangga cukup tinggi dengan permainan tersebut.
Sehingga respon yang diberikan pengusaha Sumbar adalah peluang yang bisa dimanfaatkan lebih baik.
“Dengan mengekspor lato-lato ini dapat menambah nilai ekonomi bagi pelaku usaha di Sumbar,” ucap dia.
Kendati sudah melakukan pengiriman, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Teluk Bayur, Moh. Hery Syamsul Bahtiyar, mengaku tak mengetahui produksi mainan itu.
“Apakah diproduksi di Padang atau tidak, kami tidak mengetahui informasi pastinya,” pungkasnya kemudian.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

