KATASUMBAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupayakan langkah pemulihan pasca bencana lahar dingin di Sumbar.

Langkah ini dilakukan untuk mengisi masa transisi menuju pemulihan atau rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto pun meminta agar pendataan kebutuhan akan relokasi warga yang rumahnya terdampak bisa dipercepat.

Sebab kata dia, Pemerintah sudah memikirkan, merencanakan, dan tinggal melaksanakan tahapan selanjutnya untuk transisi dari status darurat ke pemulihan.

“Tolong ini segera dilakukan, sehingga dalam waktu dekat bisa diketahui mana yang direlokasi mana yang tidak,” kata Suharyanto.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan pemetaan wilayah yang masuk kategori rawan dan yang tidak.

Termasuk menyiapkan lahan relokasi bersama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak.

“Tahap transisi sudah harus jalan dari tanggap darurat ke rehabilitasi dan rekonstruksi. Nanti akan di data mana yang harus di relokasi,” terangnya.

Selain tempat tinggal, Kepala BNPB juga menyoroti mata pencaharian para warga terdampak yang direlokasi rumahnya.

Suharyanto menekankan, pentingnya pemerintah daerah juga menyediakan lahan yang bisa dimanfaatkan warga sebagai sarana perkebunan.

“Karena warga yang direlokasi pasti butuh tempat mencari nafkah juga jadi memang masyarakat di samping mendapat rumah juga mendapat kebun.”

“Ini perlu dilihat apakah di sebelah relokasi itu ada tanah negara yang bisa dimanfaatkan,” tambah Suharyanto.

Ia menjelaskan,apabila warga yang tidak direlokasi dan tergolong tinggal di tempat aman, namun rumahnya rusak akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah.

Adapun dengan rincian untuk rusak berat 60 juta Rupiah, rusak sedang 30 juta Rupiah, dan rusak ringan 15 juta Rupiah.

Sedangkan untuk pembangunan kembali, dia menyebut, ada 335 unit rumah dari Kementerian PUPR yang siap dibangun.

Rumah tersebut merupakan bagian dari program Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

“Makanya tolong untuk pendataan ini cepat dan akurat karena bangunnya cepat yang lama itu biasanya dipendataan,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.