KATASUMBAR – Ada yang unik di Kota Padang, kali ini terkait mengatasi masalah sampah yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Barat itu.
Sampah memang menjadi masalah bagi hampir di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.
Beragam upaya dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengatasi debit penumpukan sampah limbah rumah tangga hingga industri daerah.
Hal ini lah yang disadari oleh salah satu kelompok di Kota Padang. Namanya MinaGot Sumbar.
MinaGot Sumbar ini adalah kelompok usaha budidaya yang mana mereka menggunakan Maggot hidup untuk mengatasi masalah sampah.
Kelompok MinaGot Sumbar membudidayakan Maggot jenis Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk pengelolaan sampah.
Maggot hidup sejenis ulat kepompong ini dikembangbiakan untuk mengkomsumsi sampah.
Proses konsumsi ini kemudian dapat digunakan untuk pakan ikan, pakan ternak, maupun burung.
Sementara sisa-sisa sampah yang tidak tidak termakan oleh maggot dapat diolah sebagai eco enzim.
Ketua Pengelola MinaGot Sumbar, Resti Rahayu mengatakan, Maggot ini dapat mengolah 150 kg sampah organik setiap hari jika sumber daya mencukupi.
“Budidaya maggot berperan bak rantai makanan. Kami mengembangbiakkan ulatnya dengan mengkonsumsi sampah,” katanya.
Ia menjelaskan, ulat dewasa kemudian menjadi kepompong, kepompong menjadi kumbang.
Lalu kumbang akan bertelur dan telurnya kembali diulatkan untuk menjadi mengurai sampah.
“Jadi semuanya dalam budidaya ini bisa bermanfaat. Sampah dikelola menjadi berkah, dan tidak ada hasil sampah tambahan,” jelas Rahayu.
Di sisi lain, ia pun menambahkan, Maggot sangat berkualitas jika digunakan untuk pakan ikan, ternal, maupun burung.
“Protein maggot lebih tinggi dari pelet biasa. Sudah teruji melalui penelitian, yaitu hingga 62%.”
“Sedangkan pelet biasa hanya mengandung protein rata-rata 30%,” sampainya kemudian.
Diapresiasi Oleh PLN Sumbar
Mengapresiasi gerakan lingkungan oleh MinaGot Sumbar, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar berinisiatif berikan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).
Adapun bantuan tersebut senilai sebesar Rp93.5 juta. Hal itu diungkapkan oleh General Manager UIW Sumbar yang diwakili Manager PLN UP3 Padang Jeffri Husni.
Ia mengatakan bantuan TJSL PLN ini nantinya akan dioptimalkan untuk pengembangan usaha MinaGot Sumbar.
Adapun langkah optimalisasi tersebut diantaranya adalah pengadaan alat perlengkapan kerja budidaya maggot untuk lebih maksimal dan berdaya guna.
“Bantuan PLN akan digunakan untuk pembuatan gazebo atau bengkel, pembelian mesin pencetak.”
“Kemudian pembelian timbangan 100-150 kg untuk timbangan sampah organik, pengadaan handtruck 150 kg untuk mengangkut barang.”
“Lalu ada juga pembelian rak-rak peletakan maggot, wadah penjemuran, hingga biaya pelatihan kewirausahaan budidaya Maggot,” lanjut Jeffri.
Menanggapi bantuan itu, Rahayu pun menilai penggiat budidaya maggot di Sumbar siap jika pemerintah mau melibatkan komunitas untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Padang maupun di Provinsi Sumbar.
Sebab ia yakin, satu sendok ulat maggot dapat mengelola 80-150 kg sampah selama 21 hari.
Dengan demikian, Maggot bisa mengatasi masalah sampah di Kota Sumbar jika didukung dan diberdayaan secara maksimal.
Rahayu bahkan optimis, Budidaya Maggot bisa menyelesaikan solusi penumpukan sampah Kota Padang hingga 60%.
“Apalagi jika upaya kami didukung dengan kebijakan pemerintah, contohnya menghimbau warga untuk memilah sampah organik dna sampah non organik,” ungkap Rahayu.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


