KATASUMBAR – Total kasus sapi ngorok atau Septicaemia Spizootuca (SE) di Rokan Hulu sudah tembus angka 451 ekor.
Dari 451 ekor tersebut, sebanyak 119 ekor mati langsung karena penyakit. Sedangkan 332 ekor lagi dipotong pemilik ternak sebelum Kerbau itu mati.
“Data ini tercatat hingga 16 November. Daru 451 itu, ada karena potong paksa dan ada yang mati karena penyakit,” jelas Kepala Dinas PKH Riau, Herman, dikutip dari Mediacenter.riau.go.id, Senin 21 November 2022.
Herman mengatakan, kematian hewan ternak kerbau karena penyakit SE itu terdapat di Kecamatan Rambah dan Bangun Purba Rohul.
Di Kecamatan Bangun Purba terdapat 415 populasi hewan kerbau. Mayoritas diternakan di tiga jalangan atau padang rumput luas. Yakni jalangan panjang, jalangan pasir siabu serta pulau hotang.
Sedangkan untuk di Kecamatan Rambah populasi hewan ternak kerbau terdapat di Desa Menaming dan Tanjung Belit, sebanyak 250 ekor.
Sebelumnya, Herman menjelaskan tim observasi dari Dinas PKH Provinsi Riau sudah mengunjungi Rohul. Tim observasi tersebut meninjau ke jalangan kerbau untuk mengecek langsung kasus kematian akibat sapi ngorok.
Tim diobservasi Dinas PKH Riau merekomendasikan penutupan sementara lokasi jalangan kerbau terdapat kasus kematian disebabkan penyakit SE. Sementara hewan kerbau yang mati sudah dikuburkan. Ada pun dua jalangan kerbau lainnya yang lokasinya tidak berjauhan dari tempat jalangan yang banyak ditemukan kerbau mati juga langsung diisolasi.
Selain itu, sampel tulang, pulmo kerbau yang mati dikirim ke Laboratorium Balai Veteriner (Bvet) Bukittinggi Sumatera Barat.
Untuk penyakit, menurut Revalinda saat itu sudah dipastikan disebabkan karena penyakit SE, berdasarkan ciri-ciri fisik. Seperti kesulitan bernapas, terdengar seperti mendengkur. Mengalami demam tinggi dan diare yang disertai dengan darah.
Kemudian terlihat pembengkakan di bagian kepala, bagian bawah dada, kaki, atau pangkal ekor. Bagian selaput lendir lidah juga terlihat membengkak dan berwarna merah kebiruan.
“Pengiriman sampel untuk menguatkan hasil penyakit. Tapi secara fisik sudah bisa kita lihat itu penyakit sapi ngorok,” ungkapnya.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


