KATASUMBAR – Aktivis Bukittinggi dari Gerakan Pemuda Ka’bah menolak adanya event balap motor di tengah Kota Bukittinggi.

Sikap tegas ini di ambil, menyusul meninggalnya seorang pembalap yang sedang mengikuti roadrace di Jalan Sudirman kawasan Lapangan Kantin Bukittinggi.

“Kedepannya, saya dan warga beserta teman-teman generasi muda aktivis Bukittinggi akan menolak event ini diselenggarakan di Lapangan Kantin,” ujar aktivis Ivan Haykel, Senin 2 Oktober 2023.

Ia beralasan, balap motor di tengah kota sangat mengganggu kenyamanan lingkungan serta mengancam keselamatan pembalap dan penonton.

“Terlepas dari sisi safety peserta dan penonton, ada persoalan lingkungan. Bisingnya suara knalpot menyebabkan kenyamanan pasien rumah sakit terganggu,” ujarnya.

Pernyataan ini sangat beralasan, mengingat di sekitar lokasi balapan, ada tiga rumah sakit.

Yakni Rumah Sakit Tentara (RST), Rumah Sakit Madina, serta Rumah Sakit Otak Mohammad Hatta (RSOMH).

Ivan enggan menyoroti aspek teknis terkait kelayakan sirkuit, karena menurutnya ada ahli yang lebih cocok untuk menilainya.

Namun ia menyayangkan acara balap motor tetap berlanjut, meski ada peserta yang meninggal dunia.

“Ini sungguh saya sesalkan, dimana rasa kemanusiaan penyelenggara acara? Apakah panitia hendak mengejar keuntungan dari acara dan mengabaikan sisi kemanusiaan?” tanya Ivan.

Selanjutnya, Ivan juga menyoroti asuransi. Ia mempertanyakan apakah insert peserta dan penonton sudah termasuk asuransi atau belum.

Menurutnya, ini perkara keselamatan, karena event road race sangat beresiko tinggi terhadap keselamatan jiwa peserta dan penonton.

“Ini bukan sekedar persoalan prestasi atau ekonomi UMKM belaka. Lebih dari itu, hal ini lebih kepada keselamatan jiwa,” jelasnya.

“Maka asuransi adalah kewajiban panitia organizer sebagai pihak penyelenggara. Jika tidak ada, maka kami berasumsi ini adalah salah satu faktor kelalaian yang fatal,” sambungnya.

Tiadakan Event Roadrace

Ia berharap event roadrace ini tidak lagi ada di Bukittinggi, terutama di Jalan Sudirman.

“Jangan ada lagi ibu yang menangis pilu kehilangan anak ataupun keluarga yang berduka karena kemenakannya menjadi korban,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan, penyaluran bakat dan minat generasi muda perlu dikanalisasi oleh pemerintah.

Hal ini karena Pemerintah lebih berkedudukan sebagai regulator dan fasilitator.

Harus di pikirkan lebih jauh lagi oleh pemegang kekuasaan di kota ini, di mana tempat yang layak dan memenuhi standar kualifikasi teknis arena untuk balapan,” katanya.

“Jika tidak memenuhi standar tersebut, lebih baik tak ada sama sekali,” tutup Ivan Haykel.

Meninggal Dunia

Sebelumnya, seorang pembalap berinisial MP (22) asal Canduang, Agam meninggal dunia ketika mengikuti roadrace, Minggu 1 Oktober 2023.

Saat kejadian, MP tampil di Race kelas Matic Pemula 110 CC dan terlibat kecelakaan antara pembalap.

Usai kecelakaan, korban tak sadarkan diri dan dibawa ke IGD Rumah Sakit Tentara (RST). Korban yang kritis kemudian di rujuk ke RSOMH.

Sesampai di RSOMH, korban sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12.15 WIB.

Korban tidak terselamatkan dan meninggal dunia dengan analisa mengalami fraktur pada bagian kepala.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.