KATASUMBAR  – Taman Budaya Sumatera Barat kembali menggelar Festival Seni Anak Bahagia (SABA Fest) 2 pada 20–21 Agustus 2025. Festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dengan menghadirkan ruang ekspresi seni yang inklusif, melibatkan anak-anak dan penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Sumbar.

Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, mengatakan bahwa SABA Fest menjadi wadah penting bagi anak-anak dan penyandang disabilitas untuk berkarya dan tampil di ruang publik.

“Tahun lalu, SABA Fest pertama sukses menghadirkan partisipasi dari Padang, Sawahlunto, dan Payakumbuh. Tahun ini, kita hadir dengan skala yang lebih besar, lebih banyak peserta, dan lebih beragam kegiatan,” ujar Devid.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 50 peserta pameran ikut ambil bagian, menampilkan karya seni rupa anak-anak dan penyandang disabilitas di Galeri Taman Budaya. Selain itu, selama dua hari festival, pengunjung akan disuguhi pertunjukan musik, tari, teater, sastra, workshop kriya dan lukis, pojok literasi, bazar kerajinan, hingga lomba kreativitas anak.

BACA JUGA: Taman Budaya Sumbar Gelar Lomba Cerpen Berhadiah Puluhan Juta

Menurut Devid, tujuan utama festival ini adalah untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak, termasuk penyandang disabilitas, agar bisa mengekspresikan diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.

“Kami ingin menanamkan rasa bangga pada budaya Minangkabau sejak dini, sambil menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap aktivitas kesenian. Yang terpenting, festival ini mendorong inklusivitas dalam dunia seni budaya di Sumatera Barat,” jelasnya.

Pengisi acara SABA Fest 2 melibatkan berbagai komunitas dan sanggar seni, di antaranya: Komunitas Tanah Ombak, Komunitas Kossmo, Kelompok Seni Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu (PSBGHI) Padang, Canting Buana, Sanggar Rumah Kancil, Obe dan Gogo, Sanggar Asykara SLB Rumah Tia Sawahlunto, Sekolah Alam Minangkabau, Kelompok Seni SLB 2 Padang, Komunitas B’Jess, Kak Dedew, Adit Drummer Cookies, serta Kelompok Seni Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Padang.
Devid menambahkan, SABA Fest 2 tidak hanya ditujukan bagi pelaku seni dari kalangan anak-anak dan penyandang disabilitas, tetapi juga terbuka untuk komunitas pelestari permainan tradisional, wisatawan, serta masyarakat umum yang ingin menikmati pertunjukan seni dan budaya.
“Festival ini kita kemas bukan hanya untuk pertunjukan, tapi juga edukasi, interaksi, dan tentu saja perayaan kebahagiaan anak-anak melalui seni,” tutup Devid.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.