KATASUMBAR – Nama Syekh Adam Balai Balai (BB) dikenal lekat di hati masyarakat Kota Padang Panjang.
Ia adalah ulama besar, petarung sekaligus pendidik yang berpengaruh dalam pendidikan di kota itu.
Syekh Adam B.B adalah ulama yang lahir pada 31 Agustus 1889 silam.
Ia merupakan putra dari Sami’un Datuk Bagindo. Ayahnya adalag seorang datuk/penghulu pucuk.
Posisi ayahnya sangat disegani di lingkup ninik mamak atau pemangku hukum budaya Minangkabau di wilayah Padang Panjang.
Ia merupakan sosok yang mahir bersilat. Bahkan ilmu bela diri itu telah ia pelajari sejak kecil.
Adam kecil membenamkan dirinya pada persilatan sejak muda belia hingga umur 25 tahun.
Langkah dia untuk mempelajari silat bermula sejak dia menyelesaikan sekolah dasar.
Begitu menyelesaikan sekolah, Syekh Adam pun memutuskan untuk mempelajari silat.
Meskipun keputusannya itu sangat bertentangan dengan keinginan sang ayah.
Taklukkan Harimau
Adam si pesilat kecil ini menimba ilmu silat dari puluhan guru dan padepokan bermacam saluran.
Dengan kemampuan silat yang tinggi, Adam muda pun dikenal sebagai sosok bertemperamen tinggi, berwatak keras dan pantang kelangkahan.
Hal ini dibuktikan saat dia mengalahkan seekor harimau dalam suatu perkelahian di tepi hutan sebuah bukit di wilayah Agam.
Sejak itu, jadilah Adam yang bertubuh tinggi akbar dan kekar ditakuti dan disegani oleh orang-orang.
Dengan kemampuannya itu, ia pun tampil sbg parewa gadang (jagoan akbar).
Namun disamping itu, Adam juga punya kegemaran lain, yaitu main sepakbola dan bermusik.
Mandor Orang Rantai
Setelah merasa matang dengan bekal ilmu persilatan, Adam pun mencari peruntungan ke Sawahlunto.
Kala itu, ia merantau dekat ke wilayah pertambangan batu bara.
Sesampainya disana, ia pun langsung diterima melakukan pekerjaan sebagai mandor yang mengawasi oang rantai.
Setelah beberapa bulan, Adam pulang ke Padang Panjang dengan membawa banyak uang.
Uang ia serahkan pada ibunya sebagai hasil jerih payah. Namun reaksi sang ibu membikinnya terkejut.
Jangankan diterima, uang pemberian Adam itu justru dicampakkan oleh ibunya.
“Bukan ini yang kuharapkan darimu!,” demikian ungkap sang ibu dalam sebuah literatur yang diunggah dari laman Universitas Krisnadwipayana.
Reaksi sang ibu membuat Adam lintuh. Batinnya terguncang dan menyadari sebuah penyiksaan.
Penyiksaan yang dialami oleh penduduk Sawahlunto akibat penjajahan.
Kenyataan itu membuat dadanya penuh. Lebih pahit lagi ketika dia sadar bahwa ia mendapat untung besar dari penindasan tersebut.
Pendidik dan Ulama Besar
Dari sikap sang Ibu, jadilah Adam membelokkan jalan hidupnya.
Dari seorang mandor yang jago silat, Adam kemudian memutuskan untuk membela nasib mereka yang tertindas.
Namun, upayanya itu dilakukan lebih bermartabat-tidak dengan kekerasan.
Adam membulatkan tekad kepada kembali berusaha bisa mengaji di Surau Jembatan Besi.
Itu merupakan sebuah surau yang merupakan basis ulama Minangkabau pada awal zaman ke-20.
Ia diterima di surau tersebut dan dijadikan murid Syekh Abdul Karim Amrullah.
Setelah itu ia berguru lagi pada Syekh Daud Rasjidi yang dekat dipanggil Inyiak Daud di Balingka, Agam.
Kala itu, Inyiak Daud yang baru saja pulang dari Mekkah dan membuka surau di kampungnya.
Karena musibah galodo (banjir bandang) surau Inyiak Daud di Balingka porak-poranda.
Seingga semua muridnya pulang ke kampung halaman masing-masing, namun Adam tetap setia menemani gurunya.
Pada tahun 1914 Adam diantar Inyiak Daud kembali ke Padangpanjang kepada berusaha bisa ke Surau Muhammad Jamil Jaho.
Surau itu dipimpin oleh sosom yang dekat dipanggil Inyiak Jaho.
Hingga setahun berusaha bisa di sana, Adam mulai merasa cukup mantap kepada membuka surau sendiri.
Pada tahun 1916 Adam mulai merintis sebuah halaqah sederhana di Kampung Pasar Baru, Padang Panjang.
Begitulah kisah Syekh Adam BB, sang penakluk Harimau.
Yang kemudian menasbihkan hidupnya sebagai pendidik demi melawan penindasan.
Kisah perjuangan Adam pun membekas di kota Serambi Mekah tersebut.
Hingga demi mengenang perjuangannya sebagai tokoh Padang Panjang, namanya diabadikan menjadi sebuah jalan.
Jalan tersebut membentang di kawasan Balai-Balai, tanah kelahiran Syekh Adam.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


