KATASUMBAR – Rinuak, ikan endemik di Danau Maninjau ternyata keberadaannya sudah teramat langka.

Akibat kelangkaan, sejumlah pelaku usaha tak dapat lagi berproduksi.

Wakil Ketua Forum UMKM Agam, Fitria Amrina mengatakan usaha olahan Rinuak tersendat sejak empat bulan terakhir.

“Sejak ikan mati massal pada November lalu keberadaannya langka. Para pelaku tidak bisa lagi memproduksi makanan olahan,” jelas Fitria, dikutip dari AMCNews, Kamis 9 Maret 2023.

Menurut dia, dalam beberapa waktu ke depan, keberadaan ikan kecil khas Maninjau ini masih akan langka.

“Minggu lalu kita dapat informasi jika belerang dari Maninjau kembali naik akibat badai,” ujarnya yang meneruskan informasi dari nelayan danau.

Ia berharap, kelangkaan ini dapat segera diatasi , sehingga, ia dan pelaku usaha lainnya dapat kembali memenuhi permintaan kuliner.

“Meski sudah kami coba alihkan ke olahan ikan, seperti dendeng ikan, tapi pasar tetap menginginkan olahan rinuak,” katanya.

Source/AMCNews

Kelangkaan rinuak ini juga dibenarkan Kepala Bidang Pembudidayaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Doni Afdison.

Ia pun mengamini kelangkaan rinuak dimulai sejak kematian ikan massal beberapa waktu lalu.

“Saat musim belerang yang membuat ikan mati massal, ikan jenis juga terkena dampaknya karena sangat sensitif,” ujarnya.

Rinuak adalah ikan yang sangat kecil dan hanya hidup di Danau Maninjau. Ikan ini berwarna putih dan kekuningan.

Biasanya, warga mengolah ikan ini menjadi berbagai penanganan yang dijual ke wisatawan.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.