KATASUMBAR – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menindak 15 orang pendaki asal Sumatera Utata yang nekat naik gunung Singgalang.
Sebanyak 15 orang pendaki tersebut, nekat melakukan pendakian meskipun BKSDA Sumbar sudah menutup akses ke puncak Singgalang.
Penutupan ini dilakukan pasca erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12) lalu.
Menurut keterangan BKSDA Sumbar, sebanyak 15 orang pendaki tersebut nekat naik gunung untuk merayakan momen pergantian tahun.
Adapun jalur yang mereka pilih untuk bisa ke puncak Gunung Singgalang adalah melalui pintu masuk di Nagari Pandai Sikek.
Pada kesempatan yang sama diamankan juga salah seorang oknum warga Jorong Tanjung Nagari Pandai Sikek.
Ia diamankan petugas berwenang karena telah melakukan pungutan kepada ke-15 pendaki asal Medan tersebut untuk dapat melakukan pendakian ke gunung Singgalang.
Plt. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Lugi Hartanto dalam keterangannya menyebut, tragedi gunung Marapi menjadi pelajaran berharga, dalam hal kesiapan pengelolaan wisata pendakian.
Ia menjelaskan, adapun faktor kesiapan tersebut adalah sistem booking dan verifikasi manifest data, mekanisme perlindungan asuransi, pembatasan kuota pengunjung dan waktu pendakian.
Termasuk pula pemasangan rambu-rambu larangan serta papan petunjuk agar akuntabilitas pengelolaan kawasan menjadi dapat dipertanggungjawabkan.
“Untuk saat ini Balai KSDA Sumatera Barat baru melakukan sistem booking online di gunung Marapi,” katanya.
Menurut dia, wisata pendakian sejatinya adalah wisata terbatas atau tidak massal.
Sehingga penutupan gunung atau kawasan konservasi, sejatinya adalah upaya untuk memberikan ruang kepada alam.
“Tujuannya untuk memulihkan dirinya pasca berbagai tekanan dari manusia,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


