KATASUMBAR – Anak-anak dan balita korban gempa di Pasbar mulai terserang penyakit di pengungsian.
Umumnya, mereka menderita diare dan gatal-gatal.
Sekda Pasbar Hendra Putra mengatakan, sejumlah warga memang terserang beberapa penyakit selama tinggal di tenda pengungsian.
“Gejala ini cukup riskan kita hadapi. Warga kita sudah beberapa hari tinggal di pengungsian,” ungkapnya, dikutip dari KLIKPOSITIF, Jum’at 4 Maret 2022.
Hendra menjelaskan, pemerintah telah mengupayakan mengobati warga yang terserang penyakit baik lewat tenaga medis dari bidan desa maupun dinkes.
“Umumnya yang terserang penyakit diare dan gatal-gatal mayoritas anak-anak dan penyakit seperti kelelahan bagi lansia,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemkab membuatkan jadwal pemeriksaan rutin terhadap warga-warga di tenda pengungsian.
Selain penyakit fisik, kata Sekda, para pengungsi juga menderita trauma akibat gempa susulan yang masih terus terjadi.
“Saya juga mengimbau kepada pengungsi yang memiliki anak dan balita agar tidak segan memeriksakan kesehatan,” harapnya.
Gempa Pasbar terjadi sejak Kamis 25 Februari 2022. Ribuan warga mengungsi karena rumah mereka hancur.
Warga mengungsi ke posko maupun mendirikan tenda di depan rumahnya. Kebanyakan warga, masih enggan kembali ke rumah karena gempa masih terus terjadi.
(*/Irfansyah Pasaribu)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


