KATASUMBAR- Kasus penemuan jasad seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di mes polisi, Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih menyisakan tanda tanya. Hampir empat pekan sejak jasad korban ditemukan pada akhir Juni 2026, penyebab kematiannya masih belum terungkap.
Penasihat hukum keluarga korban, Dr. Rodi Chanda, mengatakan hingga memasuki pekan keempat pascakejadian, pihak keluarga belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari kepolisian.
Menurutnya, proses pengungkapan kasus masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium berupa uji toksikologi dan histopatologi yang membutuhkan waktu sekitar empat hingga delapan pekan.
“Kasus ini masih pada tahap analisis laboratorium mendalam, yakni uji toksikologi dan histopatologi. Prosesnya memang memerlukan waktu sekitar satu hingga dua bulan. Namun, keluarga tetap membutuhkan informasi mengenai perkembangan penyelidikan,” ungkapnya kepada Katasumbar.
Ia menilai lambatnya hasil autopsi memicu berbagai spekulasi dan berbagai isu di tengah masyarakat. Minimnya informasi yang diperoleh oleh keluarga dari penyidik juga membuat keluarga merasa tidak tenang.
“Kondisi ini membuat keluarga merasa tidak aman dan tidak nyaman,” katanya.
Ia berharap kepolisian lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan penyelidikan agar keluarga tidak terus dihantui ketidakpastian. Sebab, dengan terbuka informasi, akan membuat keluarga lebih tenang.
“Jangan sampai muncul anggapan seolah-olah penyebab kematian korban tidak akan pernah terungkap. Kami berharap pihak kepolisian dapat memberikan informasi secara berkala kepada keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, IPTU Al Am’ar Faradhyba, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi Katasumbar melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim telah diterima, namun belum mendapat balasan.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan penyelidikan kasus tersebut masih terus berlangsung secara intensif oleh Polres Pesisir Selatan.
“Hasil konfirmasi dengan Kapolres Pesisir Selatan, saat ini penyelidikan masih dilakukan secara intensif. Penyidik telah melakukan pendalaman serta memeriksa saksi-saksi, baik dari pihak keluarga maupun rekan kerja yang menghuni mes,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi telah melakukan autopsi dan mengirim sejumlah sampel ke laboratorium di Padang dan Jakarta.
“Saat ini pemeriksaan laboratorium masih berlangsung. Kemungkinan hasilnya keluar dalam satu hingga dua hari ke depan,” katanya.
Diketahui, jasad guru PPPK tersebut ditemukan di mes personel polisi di Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu dini hari, 27 Juni 2026.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian korban.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


