KATASUMBAR– Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang terus mengambil langkah untuk menindaklanjuti insiden dalam video viral yang terjadi.
Selain melakukan klarifikasi secara langsung, kini RSUP Dr. M. Djamil Padang juga telah membentuk tim investigasi.
Bahkan menurut, Direktur Utama RSUP DR M Djamil Padang, Dovy Djanas, tim investigasi tersebut sudah mulai bekerja.
“Sudah kita lakukan jumpa pers kemarin, untuk investigasi lagi kita lakukan oleh tim” ungkap Direktur Utama RSUP DR M Djamil Padang, Dovy Djanas saat dikonfirmasi Katasumbar, Selasa 14 November 2023.
Meski sudah menurunkan tim investigasi, namun, pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang belum menjelaskan detail terkait proses investigasi yang mereka lakukan.
Saat ditanya, soal tim investigasi dari pihak mana saja, dan yang akan diinvestigasi soal apa saja, Direktur Utama meminta untuk menghubungi Humas.
Seperti diketahui, sebelumnya viral seorang keluarga pasien membagikan kisahnya selama ibunya bernama Yuliarni dirawat di RSUP M. Djamil Padang.
Kisah itu dibagikan melalui video yang kemudian viral. Video jelaskan direkam pada Minggu 12 November 2023 pukul 15.08 WIB
Dalam video, ia menerangkan ibunya dalam kondisi darurat. Menurutnya, detak jantung sang ibu tidak normal, di mesin terlihat tanda garis lurus.
la memberitahu kondisi itu kepada perawat. Namun, perawat bilang mau ganti shift. Ia tidak menangani pasien.
Ibunya kemudian meninggal dan ia merasa kecewa dengan perlakuan pihak rumah sakit.
Direktur RSUP M. Djamil Padang Dr Dovy Djanas menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga ibu Yuliarni.
Dovy mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut peristiwa tersebut sebagai upaya pembenahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Sehingga dikemudian hari tidak terjadi kembali kesalahpahaman yang bermuara pada kondisi yang tidak diharapkan.
Ombudsman Minta RS M. Djamil Padang Tidak Tanggung-Tanggung Perbaiki Pelayanan
Kepala Keasistenan Pencegahan Adel Wahidi Ombudsman Sumbar meminta, Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil Padang tidak tanggung-tanggung dalam membenahi pelayanan.
“Ya memang M Djamil sebagai pihak rumah sakit, instansi publik memang harus memberikan atensi terhadap hal itu,”terang Adel Wahidi saat diwawancarai Katasumbar.
Ia menjelaskan, terkait adanya dugaan pelanggaran atau ketimpangan prosedur dalam menangani pasien, menurutnya, pihak M. Djamil harus mengambil langkah tegas.
Sebab menurutnya, hal itu sudah merupakan sebuah keharusan dalam membenahi pelayanan publik, dan M. Djamil berkewajiban untuk membenahi.
“Kalau nanti, M Djamil menemukan ada penyimpangan-penyimpangan SOP, kita berharap diproses sesuai dengan kode etik,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya jika diperlukan ada pemberian sanksi, maka M. Djamil harus menerapkan sanksi sesuai ketentuan yang ada.
“Kalau ya diperlukan pemberian sanksi, ya harus ada pemberian sanksi. Artinya, M Djamil jangan tanggung-tanggung memperbaiki pelayanan,”terangnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

