KATASUMBAR – Stadion GOR H Agus Salim sedang menjadi pembicaraan setelah Semen Padang FC resmi lolos ke Liga 1 pada musim depan.

Adapun yang menjadi bahasan adalah kondisi stadion yang menjadi markas tim berjuluk Kabau Sirah itu yang dinilai tidak layak.

Kondisi demikian membuat stadion bersejarah di Sumbar itu diragukan bakal lolos verifikasi dari PT Liga.

Bahkan, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sendiri menilai, akan sulit Semen Padang FC berkandang di Agus Salim, lantaran banyak yang harus direnovasi.

“Sulit ya untuk masuk standar Liga 1. Tadi saya mengecek lokernya dan ternyata harus direnovasi,” kata Erick.

Erick pun berharap pemangku kepentingan terkait segera melakukan gerak cepat sebelum Liga 1 musim depan digelar.

Apabila renovasi tidak terlaksana sebelum Juli 2024, PSSI menyarankan Semen Padang FC merampungkannya pada musim 2025-2026.

Ia menjelaskan, upaya perbaikan dan perampungan itu bisa dilakukan salah satunya lewat bantuan pemerintah pusat.

Diketahui, stadion ini dibangun pada tahun 1983 sebagai persiapan pelaksanaan MTQ 13 Tahun 1983 oleh Pemerintah Daerah Tk. I Sumatera Barat waktu itu.

Pembangunan stadion ini berada di Kompleks Gelanggang Olahraga Haji Agus Salim, yang kemudian namanya melekat menjadi identitas stadion tersebut.

Awalnya di Kota Padang ada dua Stadion yang satu adalah Stadion Imam Bonjol yang dikelola oleh Kodim 0302 Padang dan GOR H. Agus Salim.

Pada tahun 1992, Stadion Imam Bonjol dibongkar dan dijadikan taman kota oleh Pemerintah Kota Padang.

Stadion Representatif

Sejak itu Stadion Gelora Haji Agus Salim Padang menjadi satu-satunya stadion yang representatif di Kota Padang.

Stadion H. Agus Salim ini awalnya dirancang untuk 15.000-20.000 penonton.

Namun sampai saat ini, Stadion H. Agus Salim hanya memiliki kapasitas 10.000 tempat duduk, dan memiliki tribun tertutup di sektor barat.

Pada tanggal 30 September 2009, terjadi gempa yang mengguncang Kota Padang dan merusak hampir keseluruhan fasilitas stadion.

Beberapa fasilitas penunjang pertandingan tak luput seperti gangguan koneksi pada penerangan, ruang ganti pemain yang rusak, dan lapangan yang retak dan gersang mengakibatkan stadion ini tak layak dipakai.

Kemudian, PT Semen Padang dengan persetujuan pemerintah kota merenovasi stadion ini sehingga layak untuk menggelar laga Liga Super Indonesia.

Perbaikan yang dilakukan diantaranya penanaman rumput, perbaikan drainase, perbaikan pagar, dan ruang ganti pemain.

Termasuk pula penambahan kamar mandi dan toilet, perbaikan ruangan wasit dan ruangan pers, lantainya dikeramik, hingga pemasangan lampu stadion.

Mulai musim kompetisi 2010-2011, Semen Padang bisa kembali lagi bermarkas di stadion.

Setelah sebelumnya selama lebih dari setahun mengungsi ke Stadion M. Yamin, Sijunjung.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.