KATASUMBAR – Sekeluarga di Jorong Pahambek, Nagari Koto Panjang, Kecamatan Ampek Koto, Agam, hidup dalam jeratan kemiskinan.

Mereka adalah Rahmad Irama (39) dan istrinya Zaitul Baiti (35) beserta tiga anaknya. Ketiga anaknya berusia SMP, SD dan yang bungsu masih balita.

Rahmad tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah, yang mungkin lebih tepat disebut gubuk dengan kondisi memprihatinkan.

Mereka membangun hunian sederhana dengan dinding bambu itu di tanah milik keluarga sang suami, di sebuah kebun yang dekat dengan jurang Ngarai Sianok.

Gubuk tersebut telah ditinggali sejak 2022 silam. Ukurannya sekitar 3,5 meter kali 5 meter. Di dalam gubuk, hanya ada satu kamar dan sebuah ruangan. Mereka tidur berdesakan di dalam kamar sempit tersebut. Perabotan rumah tangga seadanya saja.Tak ada loteng, listrik pun menumpang bahkan untuk MCK saja, boleh dibilang sangat tidak memadai.

Rahmad bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tak menentu. Istrinya mengurus rumah tangga. 4 minggu terakhir dia sama sekali tak bekerja karena sempat sakit.

“Beginilah pekerjaan saya, serabutan. Kalau ada yang memanggil, baru ada kerjaan. Kalau tidak, ya menganggur,” jelas Rahmad saat ditemui KATASUMBAR, Kamis 18 September 2025.

Keluarga miskin ini sering tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, meski untuk sekedar pengganjal perut.

“Bahkan sering kami kehabisan beras dan tak mampu membelinya. Jika demikian, terpaksa saya mencari labu muda, itu direbus dan kami makan bersama,” cerita pria bertubuh kurus ini.

Dia mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap orang kecil sepertinya. Meski demikian, dia tetap bertekad akan berjuang sekuat tenaga, minimal untuk menyekolahkan anak-anaknya.

“Soal bantuan sebenarnya masih minim dari Pemerintah. Hanya saja, meski saya dari Agam, saya dulu sering dapat bantuan secara pribadi dari Erman Safar yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Bukittinggi,” sebutnya.

Walau kondisi serba kesulitan, Rahmad dikenal cukup aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Berkat dia, informasi soal tersumbatnya aliran sungai di Ngarai Sianok beberapa hari lalu diketahui publik, sehingga pemerintah bergerak untuk mengatasi potensi bencana ini.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.