KATASUMBAR – Peserta Workshop Kriya yang digelar UPTD Taman Budaya Sumatera Barat berhasil menghasilkan beragam karya berbahan tanah liat. Dari berbagai karya yang dibuat, vas bunga menjadi produk yang paling banyak dihasilkan peserta, termasuk sebuah vas dengan motif ukiran Minangkabau yang menjadi salah satu karya terbaik.

Karya-karya tersebut dihasilkan dalam workshop bertema “Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni Fungsional” yang berlangsung pada 5–7 Oktober 2026 di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat, Padang.

Hampir seluruh peserta berhasil membentuk tanah liat menjadi barang yang memiliki fungsi, meskipun mereka menghadapi sejumlah kendala selama proses pengerjaan. Salah satunya adalah kesulitan mengolah tanah liat agar menyatu dengan baik dan tidak mudah pecah, terutama saat pembakaran.

Dila, mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang mengikuti workshop tersebut, mengaku tanah liat yang mudah pecah menjadi salah satu tantangan dalam membuat keramik. Kendala serupa juga dialami peserta lainnya.

Persoalan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta dalam mengenal karakteristik bahan dan teknik pembuatan keramik.

Narasumber workshop, Wisnu Prastawa, M.Sn, menjelaskan, keramik yang mudah pecah dapat disebabkan sejumlah faktor, baik dari bahan maupun teknik pengerjaan.

Dari sisi bahan, tanah liat yang belum homogen dan masih mengandung kerikil dapat memengaruhi kualitas keramik. Sementara dari sisi teknis, cara menyambungkan bagian-bagian tanah liat juga perlu diperhatikan agar hasilnya lebih kuat.

Melalui workshop tersebut, peserta mempraktikkan teknik pembentukan keramik menggunakan tangan atau hand-building, sekaligus mempelajari tahapan dekorasi dan teori pembakaran.

Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari kalangan masyarakat umum, pelajar, dan komunitas kreatif itu menghadirkan dua narasumber, yakni Wisnu Prastawa, M.Sn dan Rahmat Hafiz Fauzi.

Workshop ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas melalui media tanah liat sekaligus mengenal potensi keramik sebagai karya seni fungsional. Kehadiran vas bunga bermotif ukiran Minangkabau juga memperlihatkan peluang memadukan fungsi benda dengan kekayaan ornamen tradisional daerah.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.